News  

Wajib Tahu! Ini Tanggal-Tanggal yang Tidak Boleh Puasa Menurut Islam

Ilustrasi tanggal yang dilarang puasa. (freepik.com)

bernasnews – Setelah melewati Ramadan 2026, umat Islam kini memasuki bulan Syawal dengan berbagai amalan lanjutan, termasuk puasa sunah dan mengganti (qadha) puasa Ramadan. Namun, tidak semua hari boleh digunakan untuk berpuasa. Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa waktu yang secara tegas dilarang untuk menjalankan ibadah puasa, baik puasa wajib maupun sunah.

Mengetahui hari-hari tersebut sangat penting agar ibadah yang dilakukan tetap sesuai dengan syariat. Lantas, kapan saja hari yang dilarang untuk berpuasa? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Hari Raya Idulfitri (1 Syawal)

Hari pertama yang dilarang untuk berpuasa adalah 1 Syawal, yaitu Hari Raya Idulfitri. Momen ini menjadi penanda kemenangan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di Ramadan.

Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk bergembira, berkumpul bersama keluarga, serta menikmati hidangan sebagai bentuk rasa syukur. Oleh karena itu, berpuasa pada hari Idulfitri hukumnya haram.

Rasulullah SAW bersabda:

نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ

Artinya:
“Rasulullah melarang puasa pada hari Idulfitri dan Iduladha.” (HR Muslim No. 1137)

Mengapa puasa dilarang saat Idulfitri? Larangan ini bukan tanpa alasan. Idulfitri merupakan hari berbuka setelah sebulan penuh menahan diri. Dalam berbagai riwayat hadis, dijelaskan bahwa hari raya adalah waktu untuk menikmati nikmat Allah SWT, bukan menahan diri dari makan dan minum.

Para ulama, termasuk dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, menjelaskan bahwa Idulfitri adalah hari makan, minum, dan bersyukur. Bahkan sahabat Umar bin Khattab RA menegaskan bahwa hari ini adalah waktu berbuka setelah Ramadan.

2. Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah)

Selain Idulfitri, umat Islam juga dilarang berpuasa pada 10 Zulhijah, yaitu Hari Raya Iduladha. Hari ini identik dengan ibadah kurban dan berbagi kepada sesama.

Larangan puasa pada hari ini juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

إِنَّ هَذَيْنِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا…

Artinya:
“Dua hari ini adalah hari yang Rasulullah SAW larang untuk berpuasa, yaitu Idulfitri dan Iduladha…” (HR Muslim No. 1920)

Pada Iduladha, umat Islam dianjurkan menikmati makanan, termasuk daging kurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

3. Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah)

Setelah Iduladha, terdapat tiga hari yang juga dilarang untuk berpuasa, yaitu Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Hari-hari ini masih menjadi rangkaian perayaan Iduladha, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir serta menikmati rezeki, termasuk hasil kurban.

Rasulullah SAW bersabda:

أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله عز وجل

Artinya: “Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR Muslim No. 1141)

Karena itu, berpuasa pada hari Tasyrik tidak diperbolehkan, kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.

4. Hari Jumat (Jika Berpuasa Sendiri)

Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Namun, ada ketentuan khusus terkait puasa pada hari ini.

Umat Islam tidak dianjurkan berpuasa hanya pada hari Jumat saja tanpa disertai hari sebelumnya (Kamis) atau sesudahnya (Sabtu).

Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ

Artinya:
“Janganlah salah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali jika ia berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR Bukhari No. 1985; Muslim No. 1144)

Artinya, jika ingin berpuasa di hari Jumat, sebaiknya digabung dengan Kamis atau Sabtu agar tidak melanggar anjuran tersebut.

5. Hari yang Diragukan (Yaum Syak)

Hari terakhir yang dilarang untuk berpuasa adalah hari yang masih diragukan, biasanya terjadi pada tanggal 30 Syaban ketika belum ada kepastian apakah Ramadan sudah dimulai atau belum.

Dalam hadis disebutkan:

“Barang siapa yang berpuasa pada hari yang meragukan, maka ia telah mendurhakai Rasulullah SAW.”

Larangan ini bertujuan untuk menjaga kejelasan waktu ibadah, sehingga umat Islam tidak menjalankan puasa berdasarkan keraguan.

Agar tidak keliru, berikut rangkuman hari-hari yang dilarang untuk berpuasa:

  • 1 Syawal (Hari Raya Idulfitri)
  • 10 Zulhijah (Hari Raya Iduladha)
  • 11, 12, 13 Zulhijah (Hari Tasyrik)
  • Hari Jumat (jika berpuasa sendirian)
  • Hari yang diragukan (30 Syaban atau Yaum Syak)

Memahami aturan ini sangat penting, terutama bagi yang ingin mengganti puasa Ramadan atau menjalankan puasa sunah. Dengan mengetahui waktu yang tepat, ibadah menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Puasa adalah ibadah mulia, tetapi tetap harus dilakukan pada waktu yang diperbolehkan. Islam mengajarkan keseimbangan, termasuk memberi ruang bagi umatnya untuk merayakan hari-hari besar dengan penuh kebahagiaan.

Jadi, sebelum merencanakan puasa qadha atau sunah setelah Ramadan, pastikan Anda menghindari hari-hari yang dilarang tersebut. Dengan begitu, ibadah yang dijalankan tidak hanya sah, tetapi juga bernilai lebih di sisi Allah SWT. (anp)