bernasnews – Bulan Syawal selalu menjadi momen istimewa setelah umat Muslim merayakan Hari Raya Idulfitri. Selain silaturahmi dan suasana kemenangan, ada satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, yakni puasa enam hari di bulan Syawal.
Namun, pertanyaan yang sering muncul setiap tahunnya adalah kapan puasa Syawal mulai dilakukan? Terlebih pada tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah. Berikut penjelasan lengkapnya agar Anda tidak keliru menentukan waktu.
Kapan Puasa Syawal 2026 Dimulai?
Puasa Syawal biasanya dikerjakan mulai tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Idealnya, puasa dilakukan secara berurutan selama enam hari setelah Idulfitri.
Meski demikian, pelaksanaannya tetap fleksibel. Artinya, Anda boleh mengerjakannya secara terpisah (tidak berurutan) atau bahkan di akhir bulan Syawal, selama masih dalam bulan tersebut.
Pada tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah, sehingga awal puasa Syawal pun ikut berbeda.
Versi Pemerintah
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, puasa Syawal bisa mulai dilakukan pada Minggu, 22 Maret 2026 (2 Syawal) hingga Jumat, 27 Maret 2026 (7 Syawal).
Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal lebih awal, yaitu pada Jumat, 20 Maret 2026. Maka, puasa Syawal dapat dimulai Sabtu, 21 Maret 2026 (2 Syawal) hingga Kamis, 26 Maret 2026 (7 Syawal).
Perbedaan ini wajar terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan tidak sama.
Jadwal Lengkap Bulan Syawal 2026
Agar lebih jelas, berikut rincian kalender Syawal 1447 H berdasarkan kedua versi.
Jadwal Syawal 2026 Versi Pemerintah
- 1 Syawal: Sabtu, 21 Maret 2026
- 2 Syawal: Minggu, 22 Maret 2026
- 3 Syawal: Senin, 23 Maret 2026
- 4 Syawal: Selasa, 24 Maret 2026
- 5 Syawal: Rabu, 25 Maret 2026
- 6 Syawal: Kamis, 26 Maret 2026
- 7 Syawal: Jumat, 27 Maret 2026
- 8 Syawal: Sabtu, 28 Maret 2026
- 9 Syawal: Minggu, 29 Maret 2026
- 10 Syawal: Senin, 30 Maret 2026
- 11 Syawal: Selasa, 31 Maret 2026
- 12 Syawal: Rabu, 1 April 2026
- 13 Syawal: Kamis, 2 April 2026
- 14 Syawal: Jumat, 3 April 2026
- 15 Syawal: Sabtu, 4 April 2026
- 16 Syawal: Minggu, 5 April 2026
- 17 Syawal: Senin, 6 April 2026
- 18 Syawal: Selasa, 7 April 2026
- 19 Syawal: Rabu, 8 April 2026
- 20 Syawal: Kamis, 9 April 2026
- 21 Syawal: Jumat, 10 April 2026
- 22 Syawal: Sabtu, 11 April 2026
- 23 Syawal: Minggu, 12 April 2026
- 24 Syawal: Senin, 13 April 2026
- 25 Syawal: Selasa, 14 April 2026
- 26 Syawal: Rabu, 15 April 2026
- 27 Syawal: Kamis, 16 April 2026
- 28 Syawal: Jumat, 17 April 2026
- 29 Syawal: Sabtu, 18 April 2026
Jadwal Syawal 2026 Versi Muhammadiyah
- 1 Syawal: Jumat, 20 Maret 2026
- 2 Syawal: Sabtu, 21 Maret 2026
- 3 Syawal: Minggu, 22 Maret 2026
- 4 Syawal: Senin, 23 Maret 2026
- 5 Syawal: Selasa, 24 Maret 2026
- 6 Syawal: Rabu, 25 Maret 2026
- 7 Syawal: Kamis, 26 Maret 2026
- 8 Syawal: Jumat, 27 Maret 2026
- 9 Syawal: Sabtu, 28 Maret 2026
- 10 Syawal: Minggu, 29 Maret 2026
- 11 Syawal: Senin, 30 Maret 2026
- 12 Syawal: Selasa, 31 Maret 2026
- 13 Syawal: Rabu, 1 April 2026
- 14 Syawal: Kamis, 2 April 2026
- 15 Syawal: Jumat, 3 April 2026
- 16 Syawal: Sabtu, 4 April 2026
- 17 Syawal: Minggu, 5 April 2026
- 18 Syawal: Senin, 6 April 2026
- 19 Syawal: Selasa, 7 April 2026
- 20 Syawal: Rabu, 8 April 2026
- 21 Syawal: Kamis, 9 April 2026
- 22 Syawal: Jumat, 10 April 2026
- 23 Syawal: Sabtu, 11 April 2026
- 24 Syawal: Minggu, 12 April 2026
- 25 Syawal: Senin, 13 April 2026
- 26 Syawal: Selasa, 14 April 2026
- 27 Syawal: Rabu, 15 April 2026
- 28 Syawal: Kamis, 16 April 2026
- 29 Syawal: Jumat, 17 April 2026
Tata Cara Puasa Syawal
Pelaksanaan puasa Syawal pada dasarnya sama dengan puasa lainnya. Umat Muslim menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Yang membedakan adalah statusnya sebagai puasa sunnah. Berdasarkan penjelasan Majelis Ulama Indonesia, niat puasa sunnah tidak harus dilakukan pada malam hari. Anda masih diperbolehkan berniat pada siang hari, selama sejak subuh belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Bacaan Niat Puasa Syawal
Berikut beberapa variasi niat puasa Syawal yang bisa Anda gunakan sesuai kondisi.
1. Niat Puasa Syawal Berurutan (6 Hari)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya: Saya berniat puasa esok hari untuk menunaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta’ala.
2. Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.
3. Niat Puasa Syawal di Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta’âlâ
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.
Puasa Syawal 2026 dapat mulai dilakukan sehari setelah Idulfitri, yaitu tanggal 2 Syawal. Namun, karena adanya perbedaan penetapan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah, waktu pelaksanaannya pun berbeda.
Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir. Puasa Syawal tetap sah dilakukan kapan saja selama masih di bulan Syawal, baik secara berurutan maupun tidak. Yang terpenting adalah niat dan konsistensi dalam menjalankannya.
Dengan memahami jadwal dan tata cara yang tepat, Anda bisa menjalankan ibadah ini dengan lebih tenang dan maksimal. (anp)












