bernasnews — Arus lalu lintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan signifikan pada hari pertama Idulfitri 2026. Data Direktorat Lalu Lintas Polda DIY mencatat sebanyak 157.021 kendaraan masuk ke wilayah DIY, sementara kendaraan keluar mencapai 140.097 unit.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menyampaikan bahwa lonjakan volume kendaraan telah terlihat sejak dini hari. Arus didominasi kendaraan pribadi yang masuk melalui jalur non tol.
“Arus kendaraan pada hari pertama Lebaran didominasi oleh kendaraan pribadi. Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan, terutama di jalur-jalur utama masuk DIY,” ujar Widya.
Kepadatan Terjadi di Sejumlah Titik Masuk
Kawasan Prambanan menjadi salah satu titik dengan mobilitas tinggi. Tercatat sebanyak 21.422 kendaraan masuk melalui jalur ini, sementara 29.419 kendaraan keluar dari wilayah DIY melalui titik yang sama.
Simpang Tempel mencatat volume tertinggi dengan 37.356 kendaraan masuk dan 39.988 kendaraan keluar. Kepadatan terlihat di sepanjang jalur ini, meskipun arus lalu lintas masih dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan.
Sementara itu, Simpang Kikis mencatat 31.804 kendaraan masuk dan 17.913 kendaraan keluar. Jalur ini menjadi salah satu alternatif yang digunakan pengendara untuk menghindari kepadatan di jalur utama.
Jalur Alternatif di Wilayah Barat Meningkat
Di wilayah Kulon Progo, jalur Congot Temon mencatat 11.230 kendaraan masuk dan 4.563 kendaraan keluar. Jalur Sindutan Temon mencatat 2.031 kendaraan masuk dan 2.918 kendaraan keluar.
Selain itu, jalur Samudra Raksa Kalibawang menjadi akses alternatif dengan 15.601 kendaraan masuk dan 7.798 kendaraan keluar. Jalur ini dimanfaatkan oleh pengendara untuk mengurangi kepadatan di titik-titik utama.
Arus kendaraan juga berasal dari sejumlah pintu masuk di wilayah Gunungkidul, meskipun volumenya tidak sebesar jalur utama lainnya.
Dominasi Kendaraan Pribadi
Polda DIY mencatat bahwa pergerakan kendaraan pada hari pertama Lebaran didominasi oleh kendaraan pribadi. Hal ini sejalan dengan pola mudik yang masih mengandalkan transportasi darat, khususnya pada jalur non tol.
Beberapa pemudik mengaku menempuh perjalanan panjang untuk kembali ke Yogyakarta. Andi (34), pemudik asal Jakarta, menyebut perjalanan memakan waktu lebih dari 10 jam.
“Capek pasti, tapi begitu sampai dan ketemu keluarga, semua lelah langsung hilang,” katanya.
Sementara itu, Siti (29) yang mudik bersama dua anaknya menggunakan mobil pribadi, menyebut perjalanan ini sebagai bagian dari tradisi keluarga.
“Ini momen penting buat anak-anak supaya mereka tetap kenal kampung halaman,” ujarnya.
Imbauan Keselamatan dan Antisipasi Arus Balik
Polda DIY mengimbau masyarakat untuk memperhatikan keselamatan berkendara, terutama menjelang arus balik Lebaran. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta kendaraan layak digunakan.
Petugas juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk sistem buka-tutup jalur dan pengalihan arus di titik rawan kepadatan.
Pengawasan akan terus dilakukan di sejumlah jalur utama dan alternatif guna menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode libur Lebaran berlangsung. (Eln)












