News  

Tragis di Bantul: Mobil Pemudik Hantam Tembok hingga Masuk Sawah, Satu Korban Tewas dan Tujuh Luka

Daihatsu Terios bernomor polisi B 2058 FVT sudah dalam kondisi ringsek setelah menghantam tembok dan terlempar hingga masuk ke area persawahan. (Sumber: Istimewa)

bernasnews.com — Suasana siang yang semula berjalan tenang di Jalan Bugisan Selatan, Keloran, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, mendadak pecah oleh suara benturan keras, Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB. Warga yang beraktivitas di sekitar lokasi sontak terdiam, lalu bergegas mencari sumber suara. Di hadapan mereka, sebuah mobil Daihatsu Terios bernomor polisi B 2058 FVT sudah dalam kondisi ringsek setelah menghantam tembok dan terlempar hingga masuk ke area persawahan.

Perjalanan yang semestinya menjadi penutup manis kebersamaan rombongan wisata itu berubah menjadi tragedi memilukan. Satu nyawa melayang, sementara tujuh lainnya harus berjuang menahan luka.

Detik-detik Mencekam di Jalan Sunyi

Saksi mata menyebut mobil melaju dari arah selatan dengan kondisi yang tidak stabil. Kendaraan itu tampak oleng sebelum akhirnya kehilangan kendali.

“Mobilnya seperti goyang, tidak lurus jalannya. Tiba-tiba langsung menghantam tembok di pinggir jalan, lalu terpental masuk ke sawah,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Benturan keras itu tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga memicu kepanikan. Warga sekitar langsung berhamburan menuju lokasi. Mereka berlari melintasi pematang sawah, tanpa memikirkan lumpur yang menghambat langkah, demi menyelamatkan para penumpang.

Evakuasi Dramatis di Tengah Lumpur

Mobil yang terperosok ke sawah membuat proses evakuasi berlangsung sulit. Posisi kendaraan yang miring dan kondisi tanah yang lembek memperlambat upaya penyelamatan.

Warga bahu-membahu membuka pintu mobil dan mencoba mengeluarkan korban satu per satu. Sebagian warga lainnya mencari alat bantu untuk menarik kendaraan.

“Evakuasinya cukup lama, sekitar setengah jam. Mobilnya masuk cukup dalam ke sawah, jadi sulit dijangkau,” kata saksi.

Di tengah situasi penuh ketegangan itu, sopir mobil berhasil keluar dalam kondisi selamat. Namun, tak semua penumpang bernasib sama.

Seorang pria lanjut usia yang duduk di kursi depan, tepat di samping sopir, tidak berhasil diselamatkan. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian, meninggalkan duka mendalam bagi rombongan yang bersamanya.

“Yang meninggal kakek-kakek, duduk di depan. Sementara sopirnya masih muda dan selamat,” lanjut warga dengan nada lirih.

Diduga Rombongan Pemudik dari Wisata Pantai

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebut rombongan tersebut baru saja kembali dari kawasan wisata pantai. Sebelumnya, mereka sempat berkumpul di rumah kerabat di wilayah Tirtonirmolo sebelum melanjutkan perjalanan.

Warga menduga rombongan itu merupakan pemudik yang memanfaatkan momen liburan untuk berkumpul bersama keluarga.

Namun, perjalanan panjang diduga membawa konsekuensi fatal. Sopir awal disebut mengalami kelelahan dan sempat melakukan pergantian pengemudi di tengah perjalanan.

“Katanya sopirnya sempat mengantuk, lalu diganti. Tapi tidak lama setelah itu malah terjadi kecelakaan,” ungkap seorang warga.

Dugaan kelelahan dan kurangnya konsentrasi kini menjadi perhatian utama dalam penyelidikan awal.

Polisi: Kecelakaan Tunggal, Delapan Korban

Petugas kepolisian dari Unit Lalu Lintas Polsek Kasihan tiba di lokasi tak lama setelah kejadian. Mereka langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan membantu proses evakuasi.

Aiptu Parjiyanta mengonfirmasi bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal dengan total delapan orang di dalam kendaraan.

“Total ada delapan orang. Satu meninggal dunia, tujuh lainnya mengalami luka dan saat ini dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan serta identifikasi terhadap seluruh korban. Kondisi korban yang masih menjalani perawatan membuat proses identifikasi belum sepenuhnya rampung.

“Identitas korban masih dalam proses pendataan,” tambahnya.

Luka yang Tertinggal di Balik Perjalanan Pulang

Peristiwa ini menyisakan jejak duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Hamparan sawah yang kembali sunyi seolah menyimpan cerita pilu di baliknya.

Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bahwa perjalanan panjang membutuhkan kesiapan fisik dan konsentrasi penuh. Keputusan kecil, seperti tetap mengemudi saat lelah atau kurang waspada setelah pergantian sopir, dapat berujung fatal.

Di balik niat sederhana untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan, takdir berkata lain. Perjalanan yang dimulai dengan tawa dan cerita, harus berakhir dengan kehilangan yang tak tergantikan.(ef linangkung)