bernasnews – Arus balik Lebaran selalu menjadi fase krusial setelah perayaan Idul Fitri. Pada tahun 2026, pergerakan masyarakat diperkirakan kembali meningkat tajam, terutama di jalur darat seperti jalan tol dan jalur nasional.
Banyak pemudik yang mulai merencanakan perjalanan pulang ke kota perantauan sejak jauh hari, seiring dengan jadwal libur dan cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepadatan lalu lintas tidak hanya terjadi saat arus mudik, tetapi juga saat arus balik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui prediksi puncak arus balik Lebaran 2026 sekaligus memahami skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.
Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Berdasarkan perkiraan yang telah disusun, arus balik Lebaran 2026 diprediksi terbagi dalam dua gelombang utama. Hal ini tidak terlepas dari adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memberikan fleksibilitas waktu bagi pekerja, baik ASN maupun karyawan swasta.
Berikut rincian prediksi puncaknya gelombang pertama: 25-26 Maret 2026. Sedangkan, elombang kedua 28-29 Maret 2026.
Dengan adanya dua gelombang ini, lonjakan kendaraan tidak terjadi secara bersamaan, namun tetap berpotensi menyebabkan kepadatan signifikan di beberapa titik, khususnya ruas tol menuju Jakarta.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia akan menggelar Operasi Ketupat 2026.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, yaitu 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Operasi ini mencakup pengamanan jalur utama, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Jadwal One Way Arus Balik 2026
Salah satu rekayasa lalu lintas utama yang akan diterapkan adalah sistem one way (satu arah). Skema ini bertujuan untuk mempercepat arus kendaraan dari arah timur menuju Jakarta.
Rencana penerapan one way arus balik adalah sebagai berikut:
Ruas: Tol Semarang-Solo KM 421 hingga Tol Jakarta-Cikampek KM 70
Waktu mulai: Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB
Waktu berakhir: Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Dengan sistem ini, seluruh jalur akan difokuskan untuk kendaraan yang mengarah ke Jakarta guna mengurai kepadatan.
Jadwal Contraflow Arus Balik 2026
Selain one way, rekayasa lalu lintas berupa contraflow juga akan diterapkan di sejumlah ruas tol strategis.
1. Tol Jakarta-Cikampek
Ruas: KM 70 hingga KM 47
Waktu: 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB – 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
2. Tol Jagorawi
Ruas: KM 21 (Gunung Putri) hingga KM 8 (Cipayung)
Tanggal: 24 Maret dan 29 Maret 2026
Jam: 14.00-19.00 WIB
Penerapan contraflow ini bersifat situasional, tergantung kondisi lalu lintas di lapangan.
Penerapan Ganjil-Genap Saat Arus Balik
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, sistem ganjil-genap juga akan diberlakukan selama periode arus balik tanggal 23-29 Maret 2026.
Ruas yang terdampak:
Tol Semarang-Batang KM 414 hingga Tol Jakarta-Cikampek KM 47
Tol Tangerang-Merak KM 98 hingga KM 31
Kebijakan ini mengatur kendaraan berdasarkan angka terakhir pelat nomor, sehingga diharapkan dapat mengurangi volume kendaraan secara signifikan.
Titik Rawan Kemacetan yang Perlu Diwaspadai
Sejumlah titik diprediksi menjadi lokasi rawan kepadatan saat arus balik, antara lain:
Gerbang tol utama menuju Jakarta
Rest area dengan kapasitas terbatas
Persimpangan jalur nasional dan tol
Ruas tol Jakarta-Cikampek dan Jagorawi
Pemudik disarankan untuk mengatur waktu perjalanan, menghindari jam-jam puncak, serta selalu memantau informasi lalu lintas terbaru.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan kembali ke perantauan berjalan lancar:
Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat
Hindari perjalanan saat puncak arus jika memungkinkan
Patuhi aturan ganjil-genap dan rekayasa lalu lintas
Siapkan saldo e-toll yang cukup
Istirahat secara berkala di rest area
Prediksi puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan sekitar 25-26 Maret dan 28-29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah bersama aparat akan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap.
Dengan memahami jadwal dan skema yang berlaku, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik, sehingga perjalanan arus balik menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien. (anp)












