Penyebutan Kepala, Jempol, Benjut Secara Cepat: Bikin Heboh Acara Syawalan 1447 H Warga RT 26 Suryoputran

Suasana acara Syawalan Warga RT 26 Suryoputran, di Pendpa Dahar Gudeg Bu Lies, Jalan Gamelan Raya, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Untuk kesekian kalinya Pengurus RT 26 Suryoputran menyelenggarakan acara “Syawalan Bersama” untuk kali ini bertepatan Idulfitri 1447 H, kegiatan dilaksanakan di Pendapa Dahar Gudeg Bu Lies, Jalan Gamelan Raya, Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, pada Jumat pagi (20/3/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Kampung Suryoputran, H. Bandrio Utomo, SE, Ketua RT 26 Suryoputran beserta Jajaran Pengurus,Ketua PKK RT 26 Suryoputran beserta Jajaran Pengurus Dasa Wisma (Dawis), dan 100 lebih warga, baik anak-anak, remaja, dewasa, serta lansia.

Dalam sambutannya, Ketua RT 26 Suryoputran GBW. Imam Karneni memberikan apresiasi dan menucapkan terima kasih kepada para pengurus yang telah terlibat secara gotong untuk mempersiapkan acara yang telah menjadikan agenda rutin setiap rutin tahunan, setiap hari Lebaran, usai salat Ied.

Menurut Imam, kegiatan Syawalan yang telah menjadi agenda rutin tahunan  ini telah dilaksanakan selama lebih dari dua dekade silam. Kemudian dipilihnya pada hari ini (Jumat, 20/3) karena bisa disebut bahwa seluruh warga RT 26 melaksanakan salat Ied-nya pada hari ini, di Kagungan nDalem Alun-alun Kidul, Kraton Yogyakarta.

“Kami juga terima kasih kepada Sie. Keamanan dan Jimpitan RT 26 Suryoputran, yang telah mendukung dana penyelenggaraan acara ini. Tak lupa di hari yang fitri ini, saya selaku pribadi juga keluarga, serta atas nama seluruh pengurus RT 26 mengucapkan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah – Mohon Maaf Lahir Batin,” ujar Iman Karneni.

Ketua Kampung Suryoputran, H. Bandrio Utomo saat menyampaikan sambutan dalam acara Syawalan RT 26 Suryoputran. (Foto: Kiriman Yoyok Suhartoyo)

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kampung Suryoputran, H. Bandrio Utomo, yang mengapresiasi atas kekompakan dan rasa gotong royong warga RT 26, RW 08 Suryoputran, yang telah menjadikan tradisi yang baik dalam agenda rutin tahunan Syawalan.

“Syawalan menjadi media untuk mempererat tali silaturahmi. Dalam agama yang saya yakini juga diajarkan, bahwa silaturahmi itu dapat memperpanjang usia juga mendatangkan rezeki. Saya selaku pribadi dan keluarga serta mewakili pengurus kampung maupun pengurus Takmir Masjid Wiworojati Suryoputran mengucapkan Selamat Idulfitri 1447 H – Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ungkap Bandrio, yang juga Ketua Takmir Masjid Wiworojati Suryoputran.

Penyelenggaraan Syawalan tahun ini telah memasuki dua dekade lebih, yang dalam pelaksanaannya lebih sering atau menetap di nDalem Probodikaran, Jalan Pesindenan, Kampung Suryoputran. Meskipun demikian, tempat acara juga dapat berpindah berdasar kesepakatan dan keinginan warga.

Dalam penyelenggaraan tahun ini ada yang berbeda, pertama dari sisi peserta yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Banyak wajah-wajah baru dari warga perantauan yang kembali mudik di wilayah RT 26 Suryoputran, serta konsep acara acara yang berbeda.

Pasalnya ada sesi hiburan berupa permainan (game) dan kuis berhadiah yang dipimpin oleh Ketua PKK RT 26 Suryoputran, Dra. Sri Hudani. Di mana beberapa pertanyaannya terkait dengan kearifan lokal, misalnya jumlah total hasil jimpitan pada bulan Februari 2026 dan sebutkan manfaat atau kegunaan dana jimpitan.

Juga diminta menjawab nama atau sebutan sisa benteng kuno yang ada di wilayah RT 26 Suryoputran, serta beberapa perwakilan dari Dasa Wisma untuk menyebut kata berulang secara cepat “kepala – jempol – benjut” dan “cengkeh – kencur – cengkir”, sontak ketawa peserta pun jadi pecah lantaran kekeliruan penyebutan saking cepatnya menjadi kata atau diksi baru yang lucu. (ted)