News  

Puasa Syawal 2026 Mulai Tanggal Berapa? Apakah Berturut-turut?

Ilustrasi puasa Syawal 2026 mulai tanggal berapa? (Freepik.com)

bernasnews – Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri dengan penuh suka cita. Namun, ibadah tidak berhenti sampai di sana. Memasuki bulan Syawal, terdapat amalan sunah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Syawal selama enam hari.

Banyak yang bertanya, puasa Syawal 2026 dimulai kapan? Apakah harus dilakukan secara berturut-turut? Berikut penjelasan lengkapnya agar Anda bisa merencanakan ibadah dengan lebih baik.

Keutamaan Puasa Syawal yang Perlu Diketahui

Puasa Syawal dikenal memiliki keutamaan luar biasa. Salah satu keistimewaannya adalah pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.”

Keutamaan ini dapat dipahami melalui konsep pahala yang dilipatgandakan. Setiap satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Jika seseorang berpuasa selama 30 hari di bulan Ramadan, maka nilainya setara dengan 300 hari. Ditambah enam hari puasa Syawal yang setara dengan 60 hari, totalnya menjadi 360 hari atau setara satu tahun penuh.

Selain itu, puasa Syawal juga memiliki manfaat lain, seperti:

  • Menyempurnakan kekurangan selama puasa Ramadan
  • Melatih konsistensi dalam beribadah
  • Menjadi tanda diterimanya amal Ramadan

Puasa Syawal Dimulai Tanggal Berapa?

Pelaksanaan puasa Syawal tidak bisa dimulai sembarangan. Umat Islam dilarang berpuasa pada tanggal 1 Syawal karena bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri. Oleh karena itu, puasa Syawal baru bisa dimulai pada tanggal 2 Syawal.

Untuk tahun 2026 atau 1447 Hijriah, terdapat perbedaan penetapan awal Syawal di Indonesia, yang berdampak pada jadwal puasa Syawal.

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 (metode hisab). Pemerintah, NU, BRIN, dan BMKG 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Jadwal Puasa Syawal 2026

Berdasarkan perbedaan tersebut, berikut perkiraan jadwal puasa Syawal: Jika mengikuti Muhammadiyah mulai: 21 Maret 2026 (2 Syawal) sampai selesai, yakni 26 Maret 2o26. Jika mengikuti Pemerintah, NU, dan lainnya mulai: 22 Maret 2026 (2 Syawal) dan selesai pada 27 Maret 2026.

Secara umum, rentang waktu pelaksanaan puasa Syawal 2026 berlangsung sepanjang bulan Syawal, yaitu sekitar 22 Maret hingga 18 April 2026, sehingga umat Islam memiliki waktu yang cukup fleksibel untuk menunaikannya.

Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-turut?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan masyarakat. Jawabannya adalah tidak wajib berturut-turut. Puasa Syawal boleh dilakukan enam hari berturut-turut atau terpisah-pisah (misalnya setiap Senin-Kamis).

Pelaksanaannya yang terpenting, puasa tersebut tetap dilakukan sebanyak enam hari dan masih berada dalam bulan Syawal.

Fleksibilitas ini memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk menyesuaikan dengan aktivitas dan kondisi masing-masing.

Bacaan Niat Puasa Syawal

Agar ibadah lebih sempurna, berikut bacaan niat puasa Syawal yang bisa diamalkan:

Niat Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Niat Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Perlu diingat, niat sebenarnya cukup di dalam hati. Namun melafalkannya bisa membantu menghadirkan kesungguhan dalam beribadah.

Puasa Syawal adalah kesempatan emas untuk melanjutkan semangat Ramadan sekaligus meraih pahala besar. Di tahun 2026, pelaksanaannya diperkirakan dimulai pada 21 atau 22 Maret, tergantung penetapan Idulfitri.

Yang terpenting, puasa ini tidak harus berturut-turut dan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dengan niat yang ikhlas dan perencanaan yang baik, ibadah puasa Syawal bisa dijalankan dengan maksimal dan penuh keberkahan. (anp)