bernasnews – Sesungguhnya yang memakmurkan masjid=masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Demikian penggalan kutipan khotbah bertema “Memakmurkan Masjid Memakmurkan Indonesia”, oleh Khotib dan Imam Salat Idulfitri 1447 Hijriah, H. Muhammad Jamaluddin Ahmad, S.Psi, Psikolog, bertempat di Kagungan Ndalem Alun-alun Kidul, Kemantren Kraton, Yogyakarta, pada Jumat (20/3/2026).
Kegiatan ibadah tersebut dilenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kemantren Kraton, yang dihadiri oleh ribuan jamaah warga masyarakat wilayah nJeron Benteng Kraton Yogyakarta dan sekitarnya. Juga nampak hadir Dodi Kistanto, tokoh ICMI; GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi., Ketua PMI DIY; Jajaran Forkompimtren Kemantren Kraton.
Menurut Jamaluddin, melalui ayat ini Allah SWT meminta kita untuk memakmurkan masjid atau baitullah, rumah Allah sebagai tempat terbaik dan paling dicinta Allah di muka bumi. Tugas paling pokok kita di muka bumi adalah beribadah kepada Allah.
“Bentuk paling nyata ibadah kita kepada Allah adalah menegakkan salat lima waktu. Sholat lima waktu yang terbaik adalah dilaksanakan di masjid secara berjamaah. Dan akan lebih baik apabila para orang tua dapat menyelamatkan keluarga dan putra putrinya dari api neraka,” tegas Jamaluddin.
“Juga mendidik putra-putrinya menjadi pejuang dan penegak salat lima waktu dengan sholat berjamaah orang tuanya sebagai bukti kita memakmurkan masjid,” tambahnya.
Bagi yang memakmurkan masjid dijanjikan oleh Allah akan pasti menjadi orang yang memperoleh petunjuk oleh Allah yang akan mampu menjalani kehidupan dengan sukses dan mulia. Sedangkan Rasulullah mengabarkan bahwa orang yang memakmurkan masjid akan mendapatkan perlindungan Allah.
“Oleh karena itu, mari kita kelola masjid dengan manajemen yang baik yang profesional islami agar masjid menjadi tempat yang indah dan bersih, masjid yang dirindukan atau ngangeni. Masjid yang membuat jamaahnya bahagian, yang membuat jamaahnya betah,” tandas Jamaluddin.
Berdasar pengamatan bernasnews, penyelenggaraan salat Ied di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta cukup khidmat, meskipun jamaah selain memenuhi lapangan rumput yang ada di tengah juga meluber hingga di jalan aspal di sekelilingya.
Alkid hingga kini juga dikenal sebagai destinasi wisata malam Kota Yogyakarta, yang dipenuhi dengan lapak-lapak kuliner Jogja dan kuliner kekinian. Juga keunikan dengan adanya wahana odong-odong berhiaskan lampu warna warni, serta permainan “Masangin” yang konon sebagai ajang adu nyali untuk menentukan nasib. (ted)












