bernasnews – Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Pagi yang suci di hari kemenangan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga waktu yang tepat untuk menyempurnakan ibadah melalui berbagai amalan sunah sebelum melaksanakan Salat Idulfitri.
Melalui amalan-amalan ini, seorang Muslim tidak hanya meraih pahala tambahan, tetapi juga meneladani kebiasaan Rasulullah SAW dalam menyambut hari yang penuh keberkahan. Lalu, apa saja amalan sunah yang dianjurkan sebelum berangkat Salat Idulfitri? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Mengumandangkan Takbir Sejak Malam Idulfitri
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak takbir sejak malam hari raya hingga menjelang pelaksanaan salat Id. Takbir menjadi bentuk rasa syukur atas keberhasilan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Lantunan “Allahu Akbar” dapat dikumandangkan di rumah, masjid, maupun sepanjang perjalanan menuju tempat salat. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menganjurkan umat Islam untuk mengagungkan nama-Nya sebagai bentuk syukur atas petunjuk yang diberikan.
2. Mandi Sebelum Salat Idul Fitri
Sebelum mengenakan pakaian terbaik, umat Islam disunahkan untuk mandi terlebih dahulu dengan niat mandi hari raya. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri serta memberikan kesegaran saat menjalankan ibadah.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ibnu Umar RA selalu mandi sebelum berangkat ke tempat Salat Idulfitri. Hal ini menjadi salah satu bentuk persiapan lahiriah dalam menyambut hari yang suci.
3. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Wewangian
Hari raya adalah momen istimewa, sehingga umat Islam dianjurkan untuk tampil rapi dan bersih. Tidak harus pakaian baru, yang terpenting adalah pakaian tersebut suci, layak, dan terbaik yang dimiliki.
Bagi laki-laki, disunahkan pula menggunakan wewangian. Ini merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Muslim.
4. Makan Sebelum Berangkat Salat
Berbeda dengan Iduladha, pada Idulfitri umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat. Rasulullah SAW mencontohkan untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil.
Amalan ini menjadi tanda bahwa puasa Ramadan telah berakhir dan umat Islam kembali diperbolehkan untuk makan dan minum sejak pagi hari raya.
5. Berangkat Lebih Awal dan Dianjurkan Berjalan Kaki
Jika memungkinkan, umat Islam dianjurkan untuk berangkat menuju lokasi Salat Id lebih awal dan berjalan kaki. Selain menambah pahala, hal ini juga memberikan kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama Muslim di sepanjang perjalanan.
6. Mengambil Jalan yang Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Salah satu sunah yang sering terlupakan adalah menggunakan rute yang berbeda saat berangkat dan pulang dari Salat Idulfitri. Rasulullah SAW mencontohkan hal ini sebagai bentuk syiar sekaligus memperluas jangkauan silaturahmi.
Selain itu, kedua jalan yang dilalui diyakini akan menjadi saksi atas amal ibadah yang dilakukan di hari tersebut.
7. Bacaan Niat Salat Idul Fitri
Sebelum melaksanakan salat, penting bagi umat Islam untuk mengetahui niat Salat Idulfitri. Berikut bacaan niatnya:
Untuk imam:
“Ushalli sunnatan li ‘idil fitri rak‘ataini imaman lillahi ta‘ala.”
Untuk makmum:
“Ushalli sunnatan li ‘idil fitri rak‘ataini ma’muman lillahi ta‘ala.”
Artinya:
“Aku niat melaksanakan salat sunah Idulfitri dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”
Menghidupkan amalan sunah sebelum Salat Idulfitri adalah cara terbaik untuk menyempurnakan ibadah di hari kemenangan. Mulai dari memperbanyak takbir, mandi, mengenakan pakaian terbaik, hingga memperhatikan adab dalam perjalanan menuju tempat salat, semuanya memiliki nilai pahala yang besar.
Dengan menjalankan sunah-sunah tersebut, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan yang lebih sempurna di Hari Raya Idulfitri, sekaligus menjadikannya sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan. (anp)












