bernasnews — Puasa tinggal beberapa lagi dan Hari Raya Idulfitri 1447 H tinggal menghitung hari, kesiapan warga masyarakat untuk menyambut hari raya sudah terasa, begitu juga dari Jajaran Polresta Sleman sudah mempersiapkan pengamanan perjalanan mudik lebaran ini.
Berupa perencanaan dan pengorganisasian pengamanan mudik lebaran di wilayah Kabupaten Sleman, sebagai daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan pada saat mudik lebaran. Demikian dikemukakan oleh Kompol Masnoto, S.Pd., M.H dari Polresta Sleman kepada media, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, pada Kamis (12/3/2026).
Kompol Masnoto mengungkapkan bahwa sudah dilakukan kegiatan sebelum Ramadhan, dengan bentuk kegiatan Cipta Kondusif atau membuat situasi kondusif dengan bentuk kegiatan pemeliharaan Kamtibmas diantaranya mengadakan razia miras agar dalam melaksanakan kegiatan di bulan sui lebih khusuk dan tidak terganggu oleh adanya orang – orang yang minum miras.
“Selama bulan Januari sampai Februari 2026, Cipta Kondusif dengan operasi miras telah mengungkap 35 kali kasus miras dengan jumlah barang bukti 622 botol miras kemasan dan botol air mineral yang isinya miras tradisional). Dari 35 kasus yang 22 kali sudah disidangkan dan selebihnya masih dalam proses penyidikan,” beber Kompol Masnoto.
Pihaknya menambahkan, bahwa di bulan Ramadhan juga dilaksanakan kegiatan rutin di siang dan sore hari yang mobilitasnya lebih tinggi yang diperkirakan kerawanan soal kemacetan dan laka lantas juga yang lainya akan bertambah, sehingga dipersiapkan personil untuk untuk mengantisipasi hal tersebut.
Menurut Kompol Masnoto, usai kegiatan Bukber khususnya para remaja ketika pulangnya tidak tertib berlalulintas serta membawa petasan, terutama di titik – titik rawan atau jalur tertentu yang dilewati mereka seperti Ringroad, Jalan Kaliurang, Jalan Magelang dan Jalan Solo juga disiapkan personil.
Setiap hari di parkir timur Monjali diadakan apel kegiatan rutin dari hari pertama puasa mulai jam 01:00 WIB sampai jam 06:00 WIB, dengan 90 personil untuk antisipasi kejahatan jalanan, balap liar, perang sarung dan petasan agar Sleman aman terkendali.
“Untuk pengamanan diadakan Operasi Ketupat Sleman 2026 sudah diadakan rapat koordinasi internal dan eksternal bersama dinas terkait dan gelar pasukan. Pada tanggal 13 sampai 25 Maret 2026 ada 4 titip pos di wilayah Sleman yaitu 2 pos pengamanan di Gamping dan Prambanan, 1 pos pelayanan di Amplaz dan 1 pos terpadu di Tempel,” ujarnya.
Sementara kerawanan kemacetan akan dilakukan penguraian jalur lalin karena mobilitas yang tinggi akan berdampak laka lantas. Di Sleman untuk lantas lantas kejadiannya cukup tinggi di tiap bulannya terdapat rata – rata antara 12 hingga 20 kejadian korban yang meninggal dunia.
Antisipasi untuk menghindari kejadian tersebut dilakukan pengecekan jalur utama dan pengalihan ke jalur alternatif dari Tempel lanjut Turi, Pakem, Cangkringan, Kalasan dan Prambanan yang jalan layak dan bagus. Untuk ke barat dari Tempel belok kanan ke Seyegan, Minggir, Moyudan terus ke Klangon sampai jalan Wates yang jalannya juga sudah bagus.
“Untuk pengamanan di malam takbiran dan pada saat sholat Ied ditempatkan para personil dari Polresta Sleman dan Polsek setempat beserta jajarannya di titik – titik rawan dan di lapangan, masjid atau tempat untuk ibadah sholat Ied. Kami harapkan bagi masyarakat yang inginkan bantuan atau aduan bisa ke Call Center 110, kami akan tindaklanjuti secara cepat dengan mengedepankan polisi terdekat. Takeline kami mudik aman keluarga bahagia,” tandas Kompol Masnoto. (nun)












