bernasnews – Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) melakukan pergantian pimpinan di Polresta Sleman setelah polemik penetapan tersangka terhadap suami korban jambret yang sempat menjadi perhatian publik. Pergantian tersebut ditandai dengan pelantikan Kapolresta Sleman yang baru pada Rabu, 11 Maret 2026.
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono memimpin langsung upacara pelantikan yang berlangsung di Ruang Vicon Lantai 3 Polda DIY. Prosesi tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama di lingkungan Polda DIY.
Pergantian pimpinan ini menjadi bagian dari rotasi jabatan di tubuh kepolisian sekaligus menandai perubahan kepemimpinan Polresta Sleman di tengah sorotan publik terhadap penanganan kasus jambret yang terjadi sebelumnya.
Pelantikan Kapolresta Sleman yang Baru
Dalam upacara tersebut, Kombes Pol Adhitya Panji Anom resmi dilantik sebagai Kapolresta Sleman menggantikan Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo.
Sebelum ditugaskan di Sleman, Adhitya Panji Anom menjabat sebagai Akreditor Propam Kepolisian Madya Tk. III Divisi Propam Polri. Ia kini memimpin Polresta Sleman yang memiliki dinamika keamanan cukup kompleks.
Pelantikan dilakukan melalui prosesi pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara pelantikan. Rangkaian acara berlangsung secara resmi dan diikuti oleh para pejabat yang hadir dalam suasana khidmat.
Prosesi tersebut menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di Polresta Sleman.
Bagian dari Mutasi di Lingkungan Polri
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan bahwa pergantian Kapolresta Sleman merupakan bagian dari mutasi jabatan di lingkungan Polri.
Ia menyampaikan bahwa Kapolri telah mengeluarkan surat telegram mutasi pada 27 Februari 2026 terkait pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di institusi kepolisian.
“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari adanya mutasi di lingkungan Polri beberapa waktu lalu. Kami berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi,” kata Ihsan.
Menurutnya, kepemimpinan baru di Polresta Sleman diharapkan segera menjalankan tugas serta menyesuaikan diri dengan kondisi wilayah dan agenda yang telah berjalan.
Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026
Selain menjalankan tugas rutin menjaga keamanan wilayah, Kapolresta Sleman yang baru juga dihadapkan pada agenda pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026.
Operasi tersebut merupakan agenda tahunan kepolisian yang bertujuan mengamankan arus mudik serta perayaan Hari Raya Idulfitri di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami berharap Kapolresta Sleman yang baru dapat segera menyiapkan langkah-langkah strategis, terutama dalam mempersiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026 yang sebentar lagi akan dilaksanakan,” ujar Ihsan.
Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama menjelang masa mudik Lebaran. Kondisi ini membuat persiapan pengamanan menjadi salah satu prioritas utama bagi kepolisian.
Wilayah Sleman Dinilai Memiliki Kompleksitas Tinggi
Kabupaten Sleman dikenal sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, wilayah ini juga menjadi pusat pendidikan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi yang ramai.
Kondisi tersebut menjadikan posisi Kapolresta Sleman sebagai jabatan strategis dalam struktur kepolisian di DIY.
Kabidhumas Polda DIY menilai pimpinan baru Polresta Sleman perlu memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah.
Ia juga mendorong terjalinnya kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Pelantikan Kapolresta Sleman yang baru diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan penanganan berbagai persoalan keamanan di wilayah tersebut. (Eln)












