Shalat Lailatul Qadar: Niat, Tata Cara dan Doa Pelebur Dosa

Ilustrasi shalat Lailatul Qadar lengkap cara, niat, dan doa pelebur dosa. (Freepik.com)

bernasnews – Umat Islam memasuki 10 malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah. Pada rentang waktu ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena diyakini terdapat satu malam yang sangat mulia, yakni Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam tersebut adalah shalat sunnah Lailatul Qadar.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah penuh keimanan dan harapan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

“Barang siapa mengerjakan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Karena keutamaan yang begitu besar, banyak umat Islam yang mencari panduan lengkap mengenai niat, tata cara, dan doa shalat Lailatul Qadar agar dapat menjalankannya dengan benar dan khusyuk.

Kapan Waktu Shalat Lailatul Qadar Dilaksanakan?

Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Beberapa malam yang sering disebut sebagai waktu yang paling berpeluang adalah:

  • Malam ke-21 Ramadan

  • Malam ke-23 Ramadan

  • Malam ke-25 Ramadan

  • Malam ke-27 Ramadan

  • Malam ke-29 Ramadan

Banyak ulama, termasuk Imam Ghazali, menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memang sengaja dirahasiakan waktunya. Tujuannya agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan, bukan hanya pada satu malam saja.

Beberapa tanda yang sering disebutkan berkaitan dengan malam Lailatul Qadar antara lain:

  • Suasana malam terasa sangat tenang

  • Angin bertiup lembut dan udara terasa sejuk

  • Tidak ada hujan atau cuaca ekstrem

  • Matahari terbit di pagi harinya dengan cahaya lembut dan tidak menyilaukan

Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak selalu menjadi patokan mutlak. Yang terpenting adalah memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut.

Niat Shalat Lailatul Qadar

Sebelum melaksanakan shalat sunnah Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk meniatkannya di dalam hati. Niat merupakan bentuk kesungguhan seseorang dalam menjalankan ibadah.

Berikut bacaan niat shalat Lailatul Qadar:

Arab:

اُصَلِّي سُنَّةً لَيْلَةُ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Usholli sunnatan lailatul qadari rak’ataini lillaahi ta’ala.

Artinya:

“Saya niat shalat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat tersebut dapat dibaca dalam hati sebelum melakukan takbiratul ihram.

Tata Cara Shalat Lailatul Qadar

Secara umum, tata cara shalat Lailatul Qadar sama seperti shalat sunnah pada umumnya. Shalat ini dapat dikerjakan minimal dua rakaat, dan tidak ada batas maksimal. Sebagian ulama menyebutkan dapat dilakukan hingga 12 rakaat sesuai kemampuan.

Berikut tata cara pelaksanaannya:

1. Rakaat Pertama

  • Membaca niat shalat Lailatul Qadar

  • Takbiratul ihram

  • Membaca doa iftitah (opsional)

  • Membaca surat Al-Fatihah

  • Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali

  • Rukuk

  • I’tidal

  • Sujud pertama

  • Duduk di antara dua sujud

  • Sujud kedua

2. Rakaat Kedua

  • Berdiri kembali

  • Membaca surat Al-Fatihah

  • Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali

  • Rukuk

  • I’tidal

  • Sujud pertama

  • Duduk di antara dua sujud

  • Sujud kedua

  • Tahiyat akhir

  • Salam

Setelah menyelesaikan shalat, dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa, karena waktu tersebut termasuk saat yang mustajab.

Zikir Setelah Shalat Lailatul Qadar

Setelah salam, umat Islam dianjurkan untuk membaca istighfar sebanyak 70 kali sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

Salah satu bacaan istighfar yang dianjurkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْ ذَنْبِي وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosaku dan aku bertaubat kepada-Mu.”

Selain itu, bisa juga membaca:

Astaghfirullah alladzi la ilaha illa huwa al-hayyu al-qayyum wa atubu ilaihi.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Doa Mustajab Malam Lailatul Qadar

Salah satu doa paling terkenal yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA.

Ketika Aisyah bertanya tentang doa yang sebaiknya dibaca jika bertemu Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”

Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang pada malam Lailatul Qadar karena mengandung permohonan ampunan yang sangat mendalam kepada Allah SWT.

Keutamaan Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Keutamaannya bahkan disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya bisa setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan berbagai ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Quran, berzikir, berdoa, itikaf di masjid.

Dengan memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan sebaik mungkin, seorang Muslim memiliki peluang besar untuk meraih ampunan dosa, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dan termasuk hamba yang beruntung meraih kemuliaan Lailatul Qadar. (anp)