bernasnews — Safari Subuh menjadi salah satu caranya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dapat mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah kota.
Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat memimpin kegiatan safari subuh, bertempat di Masjid Nurul Huda, Ngampilan, Yogyakarta, pada Minggu (8/3/2026).
Kegiatan safari subuh merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Yogyakarta selama bulan Ramadan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu di berbagai masjid di wilayah Kota Yogyakarta.
“Safari subuh ini rutin kami gelar setiap akhir pekan selama bulan Ramadan. Tujuannya tidak hanya untuk beribadah bersama, tetapi juga untuk menyapa warga serta mendengar langsung aspirasi dari masyarakat,” kata Hasto, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Hasto dalam kesempatan itu juga mengajak para jamaah untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, makna kesucian dalam bulan Ramadan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga dengan kebersihan diri dan lingkungan.
Wali Kota Yogyakara menegaskna, bahwa kata “suci” dalam Ramadan dapat dimaknai sebagai kondisi yang bersih. Hal tersebut selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, yang menyebutkan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang suci. Suci di sini saya artikan sebagai bersih. Rasulullah juga mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Karena itu saya mengajak bapak dan ibu semua untuk menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun lingkungan sekitar,” ungkap Hasto.
Pihaknya juga menyosialisasikan gerakan pengelolaan sampah yang tengah digencarkan Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi volume sampah rumah tangga melalui lima langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Menurut orang nomor satu di Pemkot Yogyakarta, apabila masyarakat secara konsisten menerapkan lima langkah dalam gerakan Mas JOS tersebut, maka persoalan sampah di Kota Yogyakarta dapat diminimalisir secara signifikan.
Di Kota Yogyakarta ada gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS. Di dalamnya ada lima langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi sampah rumah tangga. “Saya berharap bapak dan ibu di sini juga bisa menerapkan langkah-langkah tersebut, sehingga masalah sampah di Kota Yogyakarta bisa kita selesaikan bersama,” ungkapnya.
“Kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan partisipasi aktif warga dalam mengelola sampah dari rumah tangga, Kota Yogyakarta diharapkan dapat tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya,” pungkas Hasto.
Pemerintah Kota Yogyakarta dalam kesempatan itu juga menyerahkan bantuan untuk mendukung perbaikan fasilitas masjid, sebesar Rp10 juta untuk renovasi Masjid Nurul Huda. Bantuan juga datang dari berbagai pihak, diantaran Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta, sebesar Rp2 juta.
Bantuan serupa juga diberikan oleh BASNAZ Kota Yogyakarta sebesar Rp2 juta. Sementara itu, secara pribadi, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo turut memberikan bantuan sebesar Rp1 juta. (*/ ted)












