bernasnews – Kasus penyakit campak masih menjadi perhatian di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan kasus yang muncul di berbagai daerah menunjukkan bahwa penyakit menular ini belum sepenuhnya terkendali.
Karena itu, pemerintah dan tenaga kesehatan terus mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak secara lengkap. Lantas berapa harga vaksin campak?
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi, banyak orang tua yang mulai mencari informasi mengenai harga vaksin campak anak. Selain itu, sebagian masyarakat juga ingin mengetahui apakah vaksin ini bisa diperoleh secara gratis melalui fasilitas kesehatan pemerintah.
Berikut penjelasan lengkap mengenai kisaran harga vaksin campak, jenis vaksin yang digunakan, serta pentingnya imunisasi untuk melindungi anak dari penyakit menular ini.
Kisaran Harga Vaksin Campak di Rumah Sakit dan Klinik
Jika dilakukan di rumah sakit atau klinik swasta, biaya vaksin campak bisa berbeda-beda tergantung jenis vaksin dan fasilitas kesehatan yang dipilih. Umumnya, vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin MR atau MMR.
Harga vaksin campak untuk dewasa yang menggunakan jenis MR atau MMR biasanya berada pada kisaran Rp350.000 hingga lebih dari Rp800.000 untuk satu dosis. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti merek vaksin, layanan kesehatan yang diberikan, serta lokasi rumah sakit atau klinik.
Secara umum, vaksin MMR cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan vaksin MR. Hal ini karena vaksin MMR memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap tiga penyakit sekaligus, yaitu campak, gondongan, dan rubella. Sementara vaksin MR hanya melindungi terhadap dua penyakit, yakni campak dan rubella.
Meski demikian, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin tanpa biaya besar, imunisasi campak sebenarnya tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
Vaksin Campak Gratis di Puskesmas dan Program BPJS
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menyediakan vaksin campak secara gratis di Puskesmas sebagai bagian dari program imunisasi nasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi sehingga penularan penyakit dapat ditekan.
Selain itu, vaksinasi juga dapat diperoleh melalui layanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan memanfaatkan fasilitas tersebut, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan perlindungan dasar terhadap penyakit campak.
Program imunisasi nasional menggunakan vaksin MR yang terbukti efektif dalam membentuk kekebalan tubuh terhadap virus campak dan rubella.
Kasus Campak Masih Ditemukan di Berbagai Daerah
Walaupun program imunisasi telah berjalan cukup lama, kasus campak masih terus ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat puluhan ribu kasus suspek campak sepanjang tahun 2025. Bahkan pada awal tahun 2026, laporan mengenai kasus penyakit ini masih muncul di berbagai daerah.
Tingginya jumlah kasus tersebut menunjukkan bahwa cakupan imunisasi belum merata di seluruh wilayah. Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap memiliki risiko lebih tinggi tertular virus campak, terutama di daerah dengan tingkat imunisasi rendah.
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini di masyarakat.
Program ORI dan Imunisasi Kejar untuk Anak
Untuk mengatasi peningkatan kasus campak, pemerintah menjalankan berbagai program imunisasi tambahan. Salah satunya adalah program Outbreak Response Immunization (ORI) yang dilakukan di daerah dengan peningkatan kasus.
Program ORI dan imunisasi kejar saat ini dilaksanakan di sekitar 102 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia. Sasaran utama dari program tersebut adalah anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap.
Melalui program ini, pemerintah berharap kekebalan kelompok atau herd immunity dapat tercapai sehingga rantai penularan penyakit dapat dihentikan.
Cara Mendapatkan Vaksin Campak untuk Anak dan Dewasa
Vaksin campak merupakan salah satu imunisasi penting yang dianjurkan oleh pemerintah untuk mencegah penularan penyakit campak yang sangat mudah menyebar. Banyak orang tua maupun masyarakat umum yang bertanya bagaimana cara mendapatkan vaksin campak, baik yang gratis maupun berbayar.
Secara umum, vaksin ini bisa diperoleh melalui fasilitas kesehatan pemerintah maupun layanan kesehatan swasta.
1. Mendapatkan Vaksin Campak Gratis di Puskesmas
Cara paling mudah dan murah untuk memperoleh vaksin campak adalah melalui Puskesmas atau fasilitas kesehatan pemerintah. Program imunisasi ini merupakan bagian dari Program Imunisasi Nasional yang disediakan secara gratis oleh pemerintah.
Langkah-langkahnya antara lain:
Datang ke Puskesmas terdekat sesuai domisili.
Membawa Kartu Keluarga atau Kartu Identitas Anak jika ada.
Membawa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau buku imunisasi anak.
Mengikuti jadwal imunisasi yang telah ditentukan oleh Puskesmas.
Biasanya vaksin campak diberikan kepada anak pada usia 9 bulan dan dilanjutkan dengan imunisasi MR (Measles-Rubella) pada usia 18 bulan serta saat anak memasuki usia sekolah dasar.
2. Melalui Program Imunisasi di Posyandu
Selain di Puskesmas, vaksin campak juga sering diberikan melalui kegiatan Posyandu di lingkungan tempat tinggal. Program ini memudahkan orang tua untuk memantau pertumbuhan anak sekaligus mendapatkan imunisasi rutin.
Cara mendapatkannya cukup sederhana:
Datang ke Posyandu sesuai jadwal bulanan
Membawa buku KIA atau kartu imunisasi
Mengikuti pemeriksaan kesehatan anak sebelum vaksin diberikan
Biasanya petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan singkat untuk memastikan kondisi anak sehat sebelum imunisasi dilakukan.
3. Menggunakan Layanan BPJS Kesehatan
Bagi masyarakat yang memiliki BPJS Kesehatan, vaksin campak juga bisa diperoleh melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik atau Puskesmas yang bekerja sama dengan BPJS.
Prosesnya meliputi:
Datang ke fasilitas kesehatan yang terdaftar di BPJS
Membawa kartu BPJS Kesehatan
Melakukan pemeriksaan oleh tenaga medis
Jika memenuhi syarat, vaksin akan diberikan tanpa biaya tambahan.
4. Vaksin Campak di Rumah Sakit atau Klinik Swasta
Selain fasilitas pemerintah, vaksin campak juga tersedia di rumah sakit atau klinik swasta. Biasanya layanan ini dipilih oleh masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin dengan jadwal lebih fleksibel.
Namun, vaksin di fasilitas swasta umumnya berbayar. Kisaran harga vaksin campak jenis MR atau MMR dapat mencapai sekitar Rp350.000 hingga lebih dari Rp800.000 per dosis, tergantung merek vaksin serta kebijakan masing-masing rumah sakit atau klinik.
5. Mengikuti Program Imunisasi Tambahan Pemerintah
Dalam beberapa kondisi, pemerintah juga mengadakan program imunisasi tambahan seperti imunisasi kejar atau Outbreak Response Immunization (ORI) ketika terjadi peningkatan kasus campak di suatu daerah.
Program ini biasanya menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Informasi jadwalnya biasanya diumumkan melalui Puskesmas, sekolah, atau pemerintah daerah.
Para tenaga kesehatan terus mengingatkan orang tua agar memeriksa kembali status imunisasi anak, terutama menjelang periode mobilitas tinggi seperti libur panjang dan perjalanan antardaerah.
Pergerakan masyarakat yang semakin tinggi dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, termasuk campak. Oleh karena itu, memastikan anak telah mendapatkan vaksin sesuai jadwal menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.
Selain melakukan vaksinasi, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat.
Jika anak mengalami gejala seperti demam tinggi, muncul ruam merah pada kulit, atau tanda-tanda infeksi lainnya, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, termasuk imunisasi lengkap dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, risiko penyebaran campak di Indonesia diharapkan dapat terus ditekan. (anp)












