bernasnews – Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) saat Idulfitri sudah menjadi kebiasaan yang sangat melekat di masyarakat Indonesia. Selain diberikan kepada pekerja oleh perusahaan, THR juga identik dengan kebiasaan memberikan uang kepada anak-anak ketika mereka berkunjung ke rumah keluarga, tetangga, maupun kerabat saat Lebaran.
Momen ini selalu ditunggu oleh anak-anak karena mereka biasanya menerima uang dalam amplop kecil yang dibagikan setelah bersalaman atau bersilaturahmi. Meski tidak ada aturan baku mengenai jumlah yang harus diberikan, banyak orang tetap ingin menyiapkan THR agar suasana Lebaran terasa lebih meriah.
Besaran THR untuk anak-anak sendiri bisa berbeda-beda. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, tingkat penghasilan, hingga standar upah di suatu daerah. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menentukan nominal yang wajar agar pengeluaran selama Lebaran tetap terkendali.
Tradisi THR Anak-anak Saat Lebaran
Kebiasaan memberikan uang kepada anak-anak saat Lebaran sudah berlangsung sejak lama di Indonesia. Tradisi ini menjadi simbol berbagi kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Menjelang Idulfitri, banyak orang biasanya menukarkan uang baru di bank atau menggunakan jasa penukaran uang agar bisa membagikan uang dalam kondisi rapi dan menarik. Amplop Lebaran yang lucu dan berwarna-warni juga sering digunakan untuk menambah kesan spesial bagi anak-anak.
Meskipun terlihat sederhana, pemberian THR ini sering dianggap sebagai bentuk perhatian sekaligus cara mempererat hubungan keluarga dan tetangga.
Standar Isi Amplop THR Anak-anak
Nominal THR untuk anak-anak sebenarnya tidak memiliki standar resmi. Namun, ada kisaran yang umum diberikan masyarakat berdasarkan usia anak. Berikut perkiraan nominal yang sering digunakan sebagai patokan.
1. Anak Prasekolah atau Balita
Anak usia prasekolah biasanya menjadi penerima THR paling banyak saat Lebaran. Mereka sering berkunjung ke rumah tetangga atau kerabat bersama orang tua.
Karena kebutuhan mereka masih sederhana, jumlah uang yang diberikan biasanya tidak terlalu besar. Kisaran yang umum diberikan yaitu sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000.
Bagi anak-anak kecil, nilai uang bukanlah hal utama. Mereka justru lebih tertarik pada amplop dengan gambar menarik atau warna cerah. Uang tersebut biasanya digunakan untuk membeli jajanan kecil atau disimpan sebagai tabungan.
2. Anak Sekolah Dasar (SD)
Anak usia SD umumnya sudah mulai memahami nilai uang dan cara menggunakannya. Mereka juga memiliki kebutuhan yang lebih jelas, seperti membeli alat tulis, buku, atau mainan sederhana.
Karena itu, nominal THR untuk anak SD biasanya sedikit lebih besar dibandingkan balita. Kisaran yang cukup umum adalah sekitar Rp10.000 per anak.
Nominal tersebut dianggap cukup sesuai dengan kebutuhan anak usia sekolah dasar dan masih tergolong wajar untuk dibagikan kepada banyak anak saat Lebaran.
3. Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Memasuki usia remaja awal, kebutuhan anak SMP biasanya mulai bertambah. Selain kebutuhan sekolah, mereka juga mulai memiliki hobi dan aktivitas sosial dengan teman-temannya.
Karena itu, jumlah THR yang diberikan biasanya sedikit meningkat. Kisaran yang cukup umum diberikan kepada anak SMP yaitu sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000.
Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan kecil mereka sekaligus tetap realistis bagi pemberi THR.
4. Anak Sekolah Menengah Atas (SMA)
Walaupun sudah beranjak remaja, banyak anak SMA yang masih menerima THR dari kerabat atau tetangga saat Lebaran. Kebutuhan mereka pun cenderung lebih kompleks dibandingkan anak yang lebih kecil.
Oleh sebab itu, nominal THR untuk remaja SMA biasanya lebih besar. Kisaran yang sering diberikan berada di angka Rp20.000 hingga Rp50.000.
Namun kembali lagi, jumlah tersebut bukan patokan mutlak dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.
THR untuk Anak Keluarga Dekat
Selain anak-anak tetangga atau kerabat jauh, biasanya orang juga memberikan THR dengan nominal lebih besar kepada anak-anak yang memiliki hubungan keluarga dekat.
Misalnya untuk anak kandung, keponakan, atau sepupu dekat, jumlahnya sering kali lebih besar dibandingkan THR untuk anak lain. Kisaran yang cukup umum diberikan adalah sekitar Rp100.000 atau bahkan lebih.
Namun, nominal tersebut tetap bergantung pada kemampuan ekonomi masing-masing keluarga. Yang terpenting adalah niat berbagi kebahagiaan saat Hari Raya.
Tips Membagikan THR Agar Lebih Hemat
Agar tradisi berbagi THR tidak membuat pengeluaran Lebaran menjadi berlebihan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Tentukan anggaran sejak awal
Sebelum Lebaran, sebaiknya tentukan jumlah total uang yang akan disiapkan untuk THR.
2. Gunakan pecahan kecil
Menukarkan uang dengan pecahan kecil dapat memudahkan pembagian THR kepada banyak anak.
3. Siapkan amplop Lebaran
Amplop khusus dengan tema Idulfitri dapat membuat pemberian THR terasa lebih menarik.
4. Sesuaikan dengan kemampuan
Tidak perlu memaksakan nominal besar jika kondisi keuangan terbatas.
THR Bukan Kewajiban, Tapi Tradisi Berbagi
Perlu diingat bahwa memberikan THR kepada anak-anak bukanlah kewajiban. Tradisi ini lebih merupakan bentuk berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi saat Hari Raya Idulfitri.
Karena itu, besar kecilnya nominal tidak perlu menjadi beban. Yang terpenting adalah kehangatan suasana Lebaran dan kebersamaan dengan keluarga serta orang-orang terdekat.
Dengan memahami kisaran standar isi amplop THR untuk anak-anak, masyarakat bisa lebih mudah merencanakan pengeluaran Lebaran 2026 tanpa harus khawatir pengeluaran menjadi terlalu besar. (anp)












