bernasnews— Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur rawan Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya di wilayah Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Jumat (6/3/2026) siang.
Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda berinisial HL (20) tersungkur di jalan setelah sepeda motor yang ia kendarai kehilangan kendali saat melintasi tikungan menurun. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WIB di Km 23 Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya di Padukuhan Putat 2, Kalurahan Putat, Patuk.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi AB 2747 ZD. HL mengendarai motor tersebut dari arah Barat atau Kota Yogyakarta menuju Wonosari.
Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, menjelaskan bahwa saat perjalanan berlangsung, korban melaju dengan kecepatan sedang.
Menurutnya, kondisi jalan di lokasi kejadian memiliki karakter menurun sekaligus menikung, sehingga membutuhkan konsentrasi dan pengendalian kendaraan yang baik dari pengendara. Namun, situasi berubah ketika kendaraan memasuki titik tikungan yang cukup tajam di jalur tersebut.
Sesaat setelah mencapai lokasi kejadian, korban diduga mengalami terpeleset di permukaan jalan. Motor yang ia kendarai pun langsung kehilangan keseimbangan. HL tidak mampu mengendalikan laju sepeda motor sehingga kendaraan tersebut akhirnya terjatuh dan terseret di atas aspal.
“Korban terpeleset hingga hilang kendali dan terjatuh bersama motornya,” ungkap Aiptu Purwanto.
Akibat kecelakaan tunggal tersebut, HL mengalami beberapa luka serius. Tim medis menemukan patah tulang pada lengan kiri korban serta luka lecet pada kedua lutut akibat gesekan dengan permukaan jalan.
Meski mengalami cedera, korban tetap berada dalam kondisi sadar saat warga dan petugas mengevakuasinya dari lokasi kejadian. Petugas kemudian membawa HL ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
“Saat ini WNA tersebut dirawat di RS Nur Rohmah Playen,” tambah Aiptu Purwanto.
Jalur Jogja–Wonosari yang melewati wilayah Patuk memang terkenal memiliki kontur jalan berkelok dan menurun. Kondisi ini sering menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengendara, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan karakter jalan tersebut.
Selain tikungan tajam, beberapa titik juga memiliki kemiringan cukup curam sehingga pengendara harus mampu mengatur kecepatan kendaraan dengan baik.
Kepolisian kembali mengimbau para pengguna jalan agar selalu mengurangi kecepatan saat memasuki tikungan, terutama di jalur menurun yang rawan kecelakaan.
Peristiwa WNA Belanda yang tersungkur ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara tetap harus menjadi prioritas utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunungkidul. (ef linangkung)












