bernasnews – Mengetahui jadwal buka puasa menjadi informasi penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Waktu berbuka menandai berakhirnya ibadah puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga sejak terbitnya fajar hingga matahari terbenam.
Dalam syariat Islam, batas waktu puasa dimulai sejak terbit fajar shadiq hingga masuknya waktu Maghrib.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Muhammad Ibrahim, bahwa puasa dilaksanakan dari fajar shadiq sampai matahari terbenam atau ketika waktu Maghrib tiba. Dengan demikian, umat Muslim dapat membatalkan puasa saat adzan Maghrib berkumandang.
Karena itu, mengetahui jadwal buka puasa yang akurat sangat penting agar ibadah dapat dijalankan sesuai ketentuan waktu. Lalu, pukul berapa waktu buka puasa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari ini, Jumat 6 Maret 2026?
Jadwal Buka Puasa 6 Maret 2026 di Jogja dan Sekitarnya
Berdasarkan data dari laman resmi Kementerian Agama, waktu Maghrib atau jadwal buka puasa pada Jumat, 6 Maret 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya adalah sebagai berikut:
Kota Yogyakarta: 17.59 WIB
Sleman: 17.59 WIB
Kulon Progo: 18.00 WIB
Bantul: 18.00 WIB
Gunungkidul: 17.59 WIB
Perbedaan waktu satu menit antara wilayah tersebut dipengaruhi oleh letak geografis masing-masing daerah. Meski begitu, selisihnya sangat kecil dan masih berada dalam rentang waktu Maghrib yang sama.
Bagi masyarakat yang tinggal di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Gunungkidul, waktu berbuka puasa pada hari ini jatuh pada pukul 17.59 WIB. Sementara itu, warga Kulon Progo dan Bantul akan berbuka puasa pada 18.00 WIB.
Bacaan Doa Buka Puasa
Sebelum berbuka puasa, umat Muslim dianjurkan membaca doa terlebih dahulu. Terdapat beberapa versi doa berbuka puasa yang dikenal di masyarakat.
Salah satu doa berbuka puasa yang dianggap lebih utama berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar. Dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi dijelaskan bahwa bacaan doa ini memiliki keutamaan karena lafaznya berasal langsung dari Rasulullah SAW melalui hadits yang shahih.
Berikut bacaan doa berbuka puasa tersebut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Arab Latin:
Dzahabadh dhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allahu Ta’aalaa.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.”
Doa ini biasanya dibaca setelah membatalkan puasa atau saat mulai berbuka sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Doa Ramadan Hari ke-16
Jika mengikuti penetapan pemerintah dan Nahdlatul Ulama, maka Jumat, 6 Maret 2026 bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 Hijriah. Artinya, umat Muslim pada hari ini menjalankan puasa Ramadan hari ke-16.
Pada hari ke-16 Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan bimbingan untuk meneladani orang-orang saleh, dijauhkan dari pergaulan yang buruk, serta memperoleh rahmat hingga mencapai tempat kembali yang abadi.
Selain doa berbuka puasa, terdapat pula doa khusus yang dibaca pada hari ke-16 Ramadan. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan meneladani orang-orang saleh serta dijauhkan dari keburukan.
Berikut bacaan doa Ramadan hari ke-16:
Tulisan Arab
اللَّهُمَّ وَفَقْنِي فِيهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ، وَجَنَّبْنِي فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ، وَآوِنِي فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى دَارِ الْقَرَارِ، بِالَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِينَ
Arab Latin:
Allahumma waffiqnî fihi limuwafaqatil abrår, wa jannibni fihi murafaqatal asyrâr, wa âwinî fihi birahmatika ila dâril qarâr, bi-ilâhiyyatika ya llâhal ‘alamin.
Artinya
“Ya Allah, bimbinglah aku di dalamnya untuk meniru orang-orang yang berbuat kesalehan. Jauhkan aku di dalamnya dari berteman dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Kembalikan aku di dalamnya dengan rahmat-Mu ke dalam kediaman yang abadi dengan keilahian-Mu, wahai Tuhan semesta alam.”
Mengetahui jadwal berbuka puasa setiap hari menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah Ramadan dengan tepat waktu. Dengan memperhatikan waktu Maghrib sesuai wilayah masing-masing, umat Muslim dapat memastikan bahwa puasa dibatalkan pada waktu yang benar sesuai syariat. (anp)












