bernasnews– Fenomena tanah bergerak di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Sedayu, Bantul, viral di media sosial setelah warga merekam retakan tanah yang membelah kawasan permukiman.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi lama memicu pergeseran tanah sepanjang kurang lebih 300 meter dan memaksa sebagian warga mengungsi demi keselamatan.
Peristiwa tanah bergeser ini terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Kapanewon Sedayu sejak siang hari dan membuat kondisi tanah menjadi labil.
Tanah yang tidak lagi mampu menahan beban air akhirnya bergerak dan menimbulkan retakan panjang yang merusak rumah serta fasilitas umum.
Kronologi Tanah Bergerak di Graha Sedayu Sejahtera
Assessor lapangan, Slamet Riyadi, mencatat kejadian ini sebagai peristiwa tanah bergeser yang berdampak langsung pada lingkungan permukiman warga. Tanah bergerak membentang sekitar 300 meter dan memengaruhi sejumlah bangunan di Dusun Jambon, RT 28, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu.
Air hujan yang terus meresap ke dalam tanah meningkatkan tekanan pori-pori tanah dan mengurangi daya ikat antarpartikel. Kondisi tersebut mempercepat pergeseran massa tanah.
Warga mulai menyadari adanya retakan di halaman dan dinding rumah. Beberapa bangunan kemudian menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural.
Tanah bergerak ini merusak empat rumah warga serta satu tempat ibadah berupa masjid dan satu pendopo pertemuan. Dua kepala keluarga terdampak langsung dalam kejadian ini, yaitu Aga Saputra dan Yoseph Catur Nugroho.
Retakan tanah terlihat jelas di sekitar pondasi bangunan. Dinding rumah mengalami keretakan, lantai ambles di beberapa titik, dan halaman rumah terbelah mengikuti arah pergeseran tanah. Masjid dan pendopo pertemuan warga juga mengalami retakan pada bagian lantai dan struktur bangunan.
Warga segera berkoordinasi dengan pengurus RT dan perangkat kalurahan setelah melihat kondisi tersebut. Mereka mengutamakan keselamatan keluarga dan menghindari risiko yang lebih besar.
Sebagian penghuni rumah memilih mengungsi ke rumah saudara terdekat. Mereka meninggalkan rumah untuk sementara waktu sambil menunggu kondisi tanah benar-benar stabil. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Koordinator RT Perumahan Graha Sedayu Sejahtera bersama warga setempat membenarkan bahwa pergerakan tanah masih berpotensi meluas apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut dalam waktu lama.
BPBD Bantul: Warga Harus Waspada
Kepala Bagian Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menegaskan bahwa hujan berkepanjangan memang meningkatkan potensi tanah bergerak, terutama di kawasan dengan struktur tanah yang labil.
Ia menyatakan bahwa tim gabungan yang terdiri dari FPRB Argosari, Babinkamtibmas Argosari, dan warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan. Tim juga mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan retakan baru atau tanda-tanda pergerakan tanah susulan.
Antoni Hutagaol menjelaskan bahwa potensi ancaman masih terbuka jika hujan deras kembali terjadi dalam durasi lama. Tanah yang sudah bergeser dapat meluas dan berdampak pada bangunan lain di sekitarnya.
Berdasarkan catatan lapangan, pergeseran tanah di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera ini dapat meluas apabila curah hujan tinggi kembali mengguyur wilayah Sedayu. Struktur tanah yang sudah mengalami pergerakan menjadi lebih rentan terhadap tekanan air berikutnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan kajian teknis lebih lanjut untuk menentukan langkah mitigasi, termasuk kemungkinan relokasi sementara atau penguatan struktur tanah. Mereka juga meminta adanya pemantauan intensif selama musim hujan masih berlangsung.
Peristiwa tanah bergerak di Sedayu ini menjadi pengingat bahwa curah hujan ekstrem dapat memicu bencana geologi di kawasan permukiman. Warga dan aparat setempat kini meningkatkan kewaspadaan demi mencegah risiko yang lebih besar.
Situasi di lokasi masih dalam pemantauan. Warga yang terdampak mengutamakan keselamatan keluarga sambil menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang.(ef linangkung)












