bernasnews – Nama Muhammad Suryo mendadak menjadi perbincangan publik setelah kabar kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rombongan motor besar Harley Davidson di wilayah Temon, Kulon Progo, DI Yogyakarta, viral di media sosial.
Insiden yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) tersebut menyeret perhatian luas karena melibatkan pendiri dan CEO Surya Group Holding Company, perusahaan yang menaungi berbagai lini bisnis, termasuk merek rokok HS. Simak profil hingga bisnis Muhammad Suryo atau dikenal sebagai bos rokok HS yang viral di medsos.
Dalam peristiwa itu, Muhammad Suryo dilaporkan mengalami kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif. Sementara itu, sang istri, Anis Syarifah, dikabarkan meninggal dunia.
Ucapan duka cita disampaikan melalui akun resmi Instagram @karyahsofficial yang mewakili keluarga besar Surya Group dan brand HS. Kabar terbarunya, Suryo sudah melewati masa kritis dan dalam pemulihan.
Ia juga telah meminta maaf kepada pengendara sepeda motor Jupiter yang ditabraknya. Pihaknya bertanggung jawab dan akan memberikan santunan hingga bantuan pendidikan kepada anak korban.
Terlepas dari musibah tersebut, sosok Muhammad Suryo selama ini dikenal sebagai pengusaha yang membangun kerajaan bisnisnya dari nol hingga berkembang pesat dalam waktu relatif singkat.
Siapa Muhammad Suryo?
Muhammad Suryo merupakan pengusaha kelahiran Lampung, 27 Maret 1984. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Yogyakarta, kota yang kemudian menjadi pusat pertumbuhan bisnisnya. Berbasis di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Suryo mendirikan Surya Group Holding Company pada 2018.
Perjalanan bisnisnya tidak instan. Sebelum dikenal sebagai pemilik pabrik rokok HS di Magelang, Suryo pernah menekuni berbagai sektor usaha. Ia sempat mengelola bisnis air isi ulang, masuk ke bidang konstruksi dan properti, hingga merambah sektor energi seperti minyak dan gas.
Tak berhenti di situ, ia juga mengembangkan sayap usaha ke industri penerbangan dengan menghadirkan maskapai FlyJaya. Langkah ekspansif ini memperlihatkan visi bisnisnya yang luas dan berani mengambil peluang di berbagai sektor strategis.
Surya Group dan Deretan Anak Perusahaan
Sebagai holding company, Surya Group menaungi sejumlah anak perusahaan yang bergerak di bidang berbeda. Beberapa di antaranya meliputi:
PT Surya Mataram Sakti
PT Sumber Wijaya Sakti
PT Surya Karya Setiabudi
PT Surya Beton Precast
PT Surya Cakra Sakti
PT Surya Bengawan Sakti
PT Surya Cakra Bara Nusantara
PT Surya Jaya Mataram
PT Surya Mataram Energi
PT Gisara Tantra Berkarya
PT Surya Sahabat Santoso
PT Anugerah Hipbone Sejahtera
PT Surya Mandhala Energi
Ragam lini usaha tersebut mencakup konstruksi, penyediaan gas, perkebunan kelapa sawit, pertambangan, energi, hingga manufaktur. Namun, dalam dua tahun terakhir, nama Surya Group semakin dikenal publik berkat pertumbuhan pesat industri rokok HS.
Rokok HS: Dari Pendatang Baru hingga Viral
Brand rokok HS resmi diperkenalkan pada Juli 2024. Meski tergolong pemain baru di industri tembakau nasional, pertumbuhannya terbilang agresif. Strategi harga yang kompetitif serta variasi produk yang beragam membuat HS cepat menarik perhatian konsumen.
Pabrik utama rokok HS berlokasi di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam waktu singkat, produk ini semakin populer, terutama karena strategi pemasaran digital yang melibatkan banyak influencer media sosial. Kampanye tersebut membuat HS viral dan memperluas jangkauan pasar secara signifikan.
Sebagai CEO, Muhammad Suryo berada di balik pengembangan brand ini. Ia dikenal aktif dalam mengatur arah ekspansi dan strategi bisnis perusahaan.
Rencana Ekspansi Besar-Besaran Tahun 2026
Memasuki awal 2026, Muhammad Suryo mengumumkan rencana ekspansi ambisius. Targetnya bukan hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Beberapa rencana strategis yang disampaikan antara lain:
1. Pembangunan Tiga Pabrik Baru
Surya Group merencanakan pembangunan tiga fasilitas produksi tambahan di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah sepanjang 2026.
2. Investasi di Lampung Timur
Sebagai bentuk kontribusi ke tanah kelahirannya, Suryo membangun pabrik seluas dua hektare di Lampung Timur. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026.
3. Penyerapan Tenaga Kerja Hingga 10.000 Orang
Ekspansi tersebut diproyeksikan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja, menjadikannya salah satu proyek industri padat karya yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Kebijakan Rekrutmen yang Tidak Biasa
Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah kebijakan rekrutmen di pabrik HS. Muhammad Suryo dikenal menerapkan sistem penerimaan karyawan yang tidak terlalu menitikberatkan pada ijazah atau pengalaman kerja formal.
Sebaliknya, ia lebih mengutamakan kemauan belajar dan komitmen kerja. Pendekatan ini dinilai membuka peluang lebih luas bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi persyaratan administratif di perusahaan lain.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi sosial perusahaan dalam mendukung pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Dampak Ekonomi dan Posisi di Industri
Ekspansi pabrik rokok HS di Magelang, Yogyakarta, dan Lampung Timur dinilai memberi efek berganda bagi perekonomian daerah. Selain membuka lapangan kerja langsung, aktivitas industri turut menggerakkan sektor pendukung seperti distribusi, logistik, dan perdagangan bahan baku.
Meski menghadapi persaingan ketat dari merek rokok besar yang sudah lama eksis, HS mampu mencuri perhatian dengan kombinasi harga terjangkau dan pemasaran digital yang agresif.
Keberhasilan tersebut membuat nama Muhammad Suryo semakin dikenal, tidak hanya sebagai pemilik pabrik rokok HS di Magelang, tetapi juga sebagai pengusaha yang ekspansif dan berani mengambil risiko.
Profil Muhammad Suryo menunjukkan perjalanan seorang pengusaha yang merintis usaha dari bawah hingga membangun holding company dengan berbagai lini bisnis strategis.
Di bawah kepemimpinannya, Surya Group berkembang pesat sejak berdiri pada 2018, dengan rokok HS sebagai salah satu produk yang mencuri perhatian dalam waktu singkat.
Di balik kabar kecelakaan yang kini menjadi sorotan, kiprah bisnisnya tetap menjadi topik menarik, khususnya terkait ekspansi industri rokok HS di Magelang dan daerah lainnya. Dengan target pertumbuhan besar pada 2026, langkah Surya Group ke depan masih menjadi perhatian publik dan pelaku industri. (anp)












