bernasnews — Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang dikenal sebagai istri Presiden ke-4 RI bersama lintas iman menggelar kegiatan Sahur Keliling, bertempat Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Baciro, Yogyakarta , pada Senin (2/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, para tokoh lintas agama, umat gereja, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.
Mereka duduk bersama menikmati hidangan sahur sederhana sambil berdialog tentang nilai-nilai persaudaraan dan kebangsaan. Menjadi simbol nyata penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Yogyakarta.
Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dalam sambutannya mengemukakan, bahwa kegiatan Sahur Keliling telah dilakukan sejak tahun 2000, ketika mendampingi sang suami menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Pada awalnya kegiatan tersebut dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi dan mendengar keluh kesah masyarakat dari berbagai lapisan,” kata istri Gus Dur, dilansir Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Menurut Hj. Sinta, dulu sahur dilaksanakan bersama pengamen di kolong jembatan, sahur di pasar bersama pedagang dan buruh gendong, sahur di terminal bersama sopir bus dan tukang becak untuk merasakan langsung kehidupan mereka.
Seiring berjalannya waktu, misi Sahur Keliling tidak hanya sekadar menyapa masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan toleransi antarumat beragama. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sahur lintas iman ini menjadi pesan kuat bahwa kebersamaan dapat terjalin tanpa melihat perbedaan agama.
“Sekarang misinya adalah memperkuat solidaritas dan toleransi. Kita ingin menunjukkan bahwa kemanusiaan berada di atas segala perbedaan. Dengan sahur ini, kita juga bisa berbagi kasih kepada masyarakat yang kurang mampu,” tandas Hj. Sinta.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dalam acara tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat positif dalam membangun keharmonisan masyarakat.
Menurut Hasto, acara seperti ini sangat positif sekali, karena dengan kegiatan ini dapat meningkatkan keharmonisan masyarakat di Kota Yogyakarta. Sahur biasanya identik dilakukan oleh umat Muslim.
“Namun hari ini kita sahur bersama di gereja. Ini sungguh sangat luar biasa,” ujar orang nomor satu di Pemkot Yogyakarta.
Dikatakan Hasto, Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kota budaya memang telah lama dikenal sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Pasalnya momentum sahur lintas iman ini dinilai sejalan dengan semangat kebersamaan yang selama ini terus dijaga.
Hasto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta selalu berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan lintas iman, yang memperkuat persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan harmonis.
Pihaknya juga berharap, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat Kota Yogyakarta semakin memperkuat sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan. “Harapan kami, masyarakat Kota Yogyakarta semakin harmonis, semakin solid, dan terus menjaga toleransi antarumat beragama. Inilah kekuatan kita sebagai bangsa,” pungkas Hasto. (*/ ted)












