News  

Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Perkiraan Jatuhnya Malam Istimewa

Ilustrasi kapan malam Lailatul Qadar 2026? (Pixabay.com)

bernasnews – Lailatul Qadar menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setiap bulan Ramadan. Lantas kapan malam Lailatul Qadar 2026?

Malam yang sarat kemuliaan ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang nilainya melampaui seribu bulan.

Keistimewaan tersebut membuat kaum Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah, doa, dan amal saleh demi meraih keberkahannya.

Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 3:

“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Keagungan malam ini juga ditegaskan dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Qadr ayat 1–5:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”

Lalu, kapan malam Lailatul Qadar 2026 diperkirakan terjadi?

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Waktu Lailatul Qadar

Mengacu pada buku Fikih Sunnah – Jilid 2 karya Sayyid Sabiq, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai kepastian tanggal turunnya Lailatul Qadar. Sebagian ulama berpendapat malam kemuliaan itu jatuh pada malam ke-21 Ramadan. Pendapat lain menyebutkan malam ke-27 Ramadan sebagai waktu yang paling kuat.

Pendapat tentang malam ke-27 Ramadan bersandar pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar ra., di mana Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang berusaha mencarinya (Lailatul Qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh.” (HR. Ahmad).

Namun demikian, secara umum para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar berada di rentang sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Perkiraan Tanggal Lailatul Qadar 2026

Apabila awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026, maka malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan berpotensi menjadi waktu turunnya Lailatul Qadar. Berikut perkiraannya:

  • Malam 21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026 malam

  • Malam 23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026 malam

  • Malam 25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam

  • Malam 27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam

  • Malam 29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam

Meski demikian, kepastian datangnya Lailatul Qadar hanya diketahui oleh Allah SWT. Tidak ada satu pun manusia yang dapat memastikan tanggal pastinya.

Tanda-Tanda Datangnya Lailatul Qadar

Sejumlah literatur menyebutkan adanya tanda-tanda yang menyertai malam Lailatul Qadar. Berdasarkan buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab Untuk Berdoa karya Nurhasanah Namin serta Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, berikut beberapa ciri yang disebutkan:

  • Cahaya malam tampak lebih terang dan kuat, terutama di wilayah yang jauh dari pencahayaan buatan.
  • Suasana terasa tenang, damai, serta menghadirkan ketenteraman di hati orang-orang beriman.
  • Malam berlangsung hening dengan minim suara binatang yang mengganggu.
  • Angin bertiup lembut, udara terasa sejuk tanpa hawa panas atau dingin berlebihan.
  • Sebagian orang dapat melihat Allah SWT, sebagaimana yang pernah dialami oleh sebagian sahabat radhliyallah ‘anhum.
  • Salat terasa lebih khusyuk dan hati lebih mudah fokus dalam ibadah.
  • Matahari terbit dengan sinar lembut dan tidak menyilaukan pada pagi harinya.

Tanda-tanda tersebut diyakini sebagai bentuk kemuliaan malam yang penuh keberkahan.

Anjuran Memperbanyak Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir

Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Dari Aisyah RA, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُجَاوِزُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: «تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: “Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan, dan beliau bersabda, ‘Bersungguh-sungguhlah kalian dalam mencari Lailatur Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Dari Aisyah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadan, tidak seperti pada bulan yang lain, dan pada malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadan beliau semakin semangat beribadah, dan tidak seperti pada malam yang lain.” (HR Muslim)

Hadis tersebut menegaskan pentingnya menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan berbagai bentuk ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa.

Keutamaan Lailatul Qadar

Keutamaan Lailatul Qadar tidak tertandingi oleh malam lainnya. Tafsir Surah Al-Qadar ayat 3 menjelaskan bahwa nilai ibadah pada malam tersebut melebihi ibadah selama seribu bulan yang dilalui dalam kesesatan dan kemusyrikan.

Menurut Tafsir Kemenag, penyebutan angka “seribu” bukan dimaksudkan sebagai batas numerik tertentu, melainkan menggambarkan jumlah yang sangat banyak dan tidak terhingga. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 96:

يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ

Artinya: “Masing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun.” (Al-Baqarah: 96)

Dengan kemuliaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H. Meski waktu pastinya dirahasiakan, semangat mencari dan menghidupkan malam Lailatul Qadar menjadi bagian penting dari ibadah di bulan suci. (anp)