bernasnews – Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman menyiapkan tujuh jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di jalur utama yang melintasi wilayah Sleman.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Heri Kuntadi, menyatakan skema pengaturan lalu lintas pada musim mudik tahun ini mengacu pada pola yang diterapkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
“Prinsip jalur alternatif tidak jauh berbeda dengan jalur alternatif yang digunakan pada saat libur Nataru kemarin. Kami masih akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. Dari Dishub Sleman berencana masih menggunakan jalur alternatif saat Nataru kemarin,” ujarnya.
Menurutnya, pola tersebut dinilai efektif dalam mengurai kepadatan di sejumlah titik rawan macet. Dishub Sleman juga berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan kesiapan rambu lalu lintas, rekayasa arus, serta penempatan personel di lapangan.
Daftar 7 Jalur Alternatif Mudik di Sleman
Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia, menyampaikan pihaknya telah memetakan tujuh jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan pemudik.
Berikut tujuh jalur alternatif yang disiapkan:
- Jalur Magelang–Jogja
Simpang Pasar Tempel – Batas Kota
Panjang: 22,4 kilometer - Jalur Solo–Jogja
Jalan Berbah Kalasan – Simpang Blok O
Panjang: 9 kilometer - Jalur Wates–Magelang
Simpang Tiga Klangon – Simpang Empat Tempel
Panjang: 22 kilometer - Jalur Menuju Breksi
Simpang Pasar Prambanan – Breksi
Panjang: 5,4 kilometer - Jalur Wates–Jogja
Simpang Klangon – Simpang Empat Pelemgurih
Panjang: 15 kilometer - Jalur Magelang–Prambanan
Simpang Pasar Tempel – Simpang Ramayana Bogem
Panjang: 30,6 kilometer - Jalur Khusus Bus Magelang–Prambanan
Simpang Pasar Tempel – Simpang Proliman Bogem
Panjang: 28,5 kilometer
Rosalyna mengimbau para pengendara mencermati rute alternatif tersebut untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama.
Dishub Sleman menargetkan distribusi arus kendaraan dapat lebih merata dengan pemanfaatan jalur alternatif. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Pemerintah daerah menyatakan kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran dan keselamatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. (Eln)












