News  

Mengadu ke Bupati Soal Sepi Pembeli, Pedagang Argosari Tuding MBG Jadi Pemicunya

Pedagang sayur di Pasar Argosari Gunungkidul mengeluhkan sepi pembeli sejak program MBG bergulir. (Ist)

bernasnews – jumlah pembeli dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menyampaikan keluhan tersebut saat Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengunjungi pasar.

Salah satu pedagang sayur, Wardani, menyatakan omzet penjualannya turun lebih dari 50 persen dibandingkan periode sebelumnya. “Sepi sekali, Bu. Jualan turun lebih dari 50 persen,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Menurut Wardani, kondisi pasar pada pagi hari tidak lagi seramai sebelumnya. Ia menyebut sebelum adanya program MBG, banyak ibu rumah tangga rutin berbelanja untuk kebutuhan memasak anak sekolah.

“Dulu banyak ibu-ibu belanja karena masih memasak untuk anaknya yang hendak sekolah. Sekarang, sejak ada MBG, sudah tidak masak lagi karena berharap ke MBG,” katanya.

Harapan Pedagang terhadap Keterlibatan dalam Program

Wardani menyatakan tidak menolak program pemerintah tersebut. Namun, ia berharap pedagang pasar tradisional dapat dilibatkan sebagai pemasok bahan kebutuhan program.

Ia menyebut pihak dapur umum atau SPPG telah tiga kali mendatangi pedagang untuk menanyakan harga komoditas. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dalam bentuk kerja sama pembelian.

“Sudah tiga kali didatangi SPPG. Cuma ditanya-tanya harga. Tidak ada realisasinya,” ujarnya.

Wardani menilai kebutuhan bahan pangan untuk program MBG berpotensi menjadi peluang bagi pedagang pasar. Namun, hingga saat ini ia belum merasakan dampak positif terhadap penjualannya.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan akan berkomunikasi dengan pengelola dapur umum atau SPPG. Ia menyebut pemerintah daerah berupaya agar kebutuhan program MBG dapat dipasok dari pedagang pasar tradisional setempat.

“Kami akan komunikasikan dengan pihak dapur atau SPPG supaya kebutuhan MBG bisa mengambil dari pedagang pasar tradisional di sini,” ujarnya.

Ia menyatakan langkah tersebut penting agar pelaksanaan program tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi pedagang kecil.

Dinas Perdagangan Fasilitasi Pertemuan

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yusdawanto, menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola dapur umum atau SPPG.

Dinas Perdagangan berencana memfasilitasi pertemuan antara pedagang dan pengelola dapur untuk membahas kemungkinan kerja sama.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut akan menjadi ruang negosiasi terkait harga dan standar kualitas barang.

“Dinas Perdagangan akan berusaha memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak. Nanti pedagang bisa menawarkan, lalu pihak dapur mempertimbangkan sesuai standar harga yang mereka tetapkan,” jelasnya.

Menurut Kelik, persoalan utama yang perlu disepakati adalah kesesuaian harga antara pedagang dan pengelola dapur.

“Intinya ini soal harga. Apakah harga pedagang pasar tradisional itu masuk atau tidak bagi pengelola dapur SPPG,” tuturnya.

Saat ini, pedagang Pasar Argosari menunggu tindak lanjut komunikasi antara pemerintah daerah dan pengelola dapur MBG.

Mereka berharap terdapat mekanisme yang memungkinkan keterlibatan pasar tradisional dalam penyediaan kebutuhan program tersebut. (Eln)