News  

Memaksa Mendahului saat Lalu Lintas Padat: Pengendara Motor Adu Banteng dengan Truk di Pleret Bantul, Dua Mahasiswa Luka Parah

Adu Banteng di Pleret/Foto: Polres Bantul

bernasnews– Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Imogiri Timur, Dusun Wonokromo, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul pada Sabtu, 21 Februari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.

Adu banteng di Pleret ini melibatkan sepeda motor Honda dan sebuah truk Mitsubishi, yang mengakibatkan dua mahasiswa mengalami luka parah serta kerugian materiil jutaan rupiah.

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika pengendara sepeda motor Honda nomor polisi AB-4766-SA melaju dari arah selatan ke utara. Saat melintasi lokasi kejadian, arus lalu lintas terpantau padat. Pengendara motor tersebut berusaha mendahului kendaraan di depannya.

Pada saat yang bersamaan, sebuah truk Mitsubishi bernomor polisi AD-8298-YW melaju dari arah berlawanan, yakni dari utara ke selatan. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengendara motor tidak mampu menghindari tabrakan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan laporan resmi terkait insiden tersebut. Pengendara sepeda motor berinisial A (21), seorang mahasiswa asal Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, mengalami cedera kepala berat serta patah tulang kaki kanan.

“Tim medis segera mengevakuasi korban ke RS Nur Hidayah Jetis, Bantul, untuk mendapatkan penanganan intensif,” tuturnya.

Sementara itu, pemboncengnya berinisial AF (24), juga mahasiswa asal Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Ia mengalami patah tulang kaki kanan serta luka lecet di beberapa bagian tubuh.

Petugas medis merawatnya di RS Permata Husada Bantul sebelum merujuknya ke RSKB Ring Road Selatan Bantul. Saat kejadian, pembonceng mengenakan helm.

“Adapun pengemudi truk Mitsubishi berinisial R (26), warga Randusari, Karanggeneng, Boyolali, Jawa Tengah, tidak mengalami luka dalam insiden tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, yakni Sobari (43) dan Nurhadi (58), kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengendara sepeda motor saat menyalip kendaraan di depannya.

Pengendara motor memaksakan diri mengambil jalur kanan ketika kondisi lalu lintas padat dan jarak dengan kendaraan dari arah berlawanan sudah terlalu dekat. Keputusan tersebut memicu tabrakan adu banteng dengan truk yang melaju normal di lajurnya.

“Kepolisian menduga kelalaian saat mendahului kendaraan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut,” ungkapnya.

Iptu Rita Hidayanto mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, agar selalu berhati-hati saat berkendara dan tidak memaksakan diri menyalip kendaraan.

Adu banteng di wilayah Pleret Bantul ini kembali mengingatkan pentingnya disiplin dan kesabaran saat berkendara. Satu keputusan yang tergesa-gesa dapat berujung fatal dan membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain.(ef linangkung)