bernasnews – Guru di Sekolah Dasar (SD) Pangudi Luhur Yogyakarta harus menjadi teladan literasi bagi para murid. Literasi di sekolah menjadi salah satu branding yang sudah di launching pada awal tahun Pelajaran 2025/2026. Branding ini diharapkan mampu mendorong para guru dan murid untuk dapat memulai dan menggiatkan kegiatan literasi di sekolah ini.
“Literasi tidak hanya menulis sesaat. Tetapi dengan konsepnya diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan aktivitas yang berkesinambungan bagi seluruh warga sekolah. Program yang sudah dilakukan di sekolah kami adalah dengan menyusun time line kegiatan yang akan dilaksanakan, memulai agenda yang sudah disusun, diskusi proses yang berjalan, serta mengevaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan antara lain membuat pojok baca di kelas dan beberapa sudut sekolah, membersihkan secara berkala ruang perpustakaan, menambah koleksi buku sekolah, mensharingkan jurnal-jurnal pembelajaran, diseminasi pembelajaran oleh guru.
Oleh sebab itu, kami berharap branding sekolah tahun 2026 menjadi bekal yang baik untuk meningkatkan literasi yang kuat untuk masa depan. Saya pribadi setuju dan mendukung untuk adanya komunitas menulis di sekolah ini,” kata Kepala SD Pangudi Luhur II Yogyakarta Antonius Tonny Budisantoso, S.Pd. dalam kegiatan Sarasehan Literasi Pendidikan di ruang pertemuan sekolah setempat, Jalan P. Senopati Nomor 18 Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).
Acara yang diikuti dengan antusias sejumlah guru ini menghadirkan narasumber Wartawan bernasnews dan Pegiat Literasi Y.B. Margantoro. Dia mengajak, warga SD Pangudi Luhur Yogyakarta terus melaksanakan kegiatan literasi sekolah dengan semangat dan cerdas. Di keluarga dan di masyarakat, warga sekolah juga agar menggiatkan gerakan literasi dengan baik.
“Kalau bukan kita, khususnya para pendidik yang menggiatkan literasi, lalu siapa lagi? Literasi memang bukan segala-galanya dalam kehidupan. Namun segala-galanya itu dapat dimulai dan dikembangkan bersama literasi,” kata jurnalis penerima Penghargaan Jasadarma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional RI tahun 2015 ini.
LITERASI KELUARGA DAN MASYARAKAT
Guru Kelas 1 Theresia Murniati, S.Ag. berpendapat, keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama. Karakter anak-anak terbentuk dari keluarga. Keluarga yang memiliki karakter yang baik, karena dibiasakan oleh orangtua atau ayah dan ibu. Orangtua sebagai model bagi anak-anaknya. Anak-anak akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Maka orangtua yang baik akan membantu anak-anak dalam pembentukan karakter tersebut.
“Jika orangtua suka membaca, maka kemungkinan besar anak-anak pun suka membaca. Dalam keluarga kami belum memiliki kebiasaan membaca, karena kami sebagai orangtua juga jarang membaca di depan anak-anak. Tipe kami belajar waktu masih sekolah adalah mendengarkan dan melihat. Maka pada waktu itu kami belajar dengan mendengarkan teman-teman belajar. Demikian juga dengan anak-anak, mereka memiliki tipe mendengarkan. Jika kami meminta anak-anak membaca buku, mereka mengatakan sudah, meski hanya lima menit,” kata dia.
Melihat hal yang demikian, Murniati meminta anak-anak untuk membaca di internet tentang apa saja. Selain itu mereka juga menonton youtube untuk menambah pengetahuan atau mencari jawaban soal-soal yang tidak dapat dikerjakan.
“Pengetahuan juga mereka baca dan lihat. Segala sesuatu yang tidak mereka mengerti, kami diskusikan bersama. Kami mengambil waktu untuk dapat berkumpul bersama. Dalam diskusi ini banyak hal yang diungkapkan anak-anak. Jika saya tidak bisa memberi pemahaman, maka salah satu dari mereka memberi pemahaman tentang hal tersebut. Dengan demikian, mereka tidak salah memahami artikel atau apa yang mereka baca dan mereka lihat.
Sebagai orangtua, saya selalu mendorong mereka untuk memperluas wawasan. Tetapi juga harus peka terhadap apa yang dibaca atau dilihat. Mereka harus punya filter untuk hal-hal yang mereka baca atau lihat. Karena kami keluarga Katolik, maka kami sarankan kepada mereka sebagai filter utama adalah Tuhan Yesus. Untuk mengimbangi mereka, maka saya berusaha ikut membaca hal-hal yang baru. Agar apa yang mereka tanyakan atau diskusikan setidaknya saya bisa memahami.
Literasi sungguh sangat membantu keluarga kami dalam menambah wawasan. Semoga semakin lama banyak keluarga yang mengutamakan literasi keluarga,” demikian Theresia Murniati.
Bicara tentang literasi masyarakat, Guru Mata Pelajaran (Mapel) Agustinus Dwi Haryatno, S.Kom. mengemukakan, hal itu adalah agar masyarakat satu sama lain dapat berpengetahuan luas, sehingga warga yang tidak terlalu suka membaca dapat mengetahui sebuah informasi penting yang perlu diketahui oleh warga masyarakat yang lain.
Selain itu literasi dapat menarik perhatian masyarakat untuk membaca dengan cara membuat buku atau menulis sebuah buku yang dapat disukai dan menarik bagi masyarakat luas. Literasi diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk membaca buku, puisi, novel, koran, dan lain-lain.
“Diharapkan, literasi dapat mengajak masyarakat untuk mau menulis buku, puisi, informasi penting, opini maupun sebuah motivasi yang bermanfaat bagi mereka. Inti dari makna literasi bagi masyarakat ialah agar mereka dapat terus tertarik dan mau menulis sebuah karya tulis.
Diharapkan pula, masyarakat tidak melupakan literasi, dapat dari buku dan yang lain. Nantinya gerakan literasi dapat semakin berkembang dan terus ada seiring dengan zaman yang semakin modern,” kata Agustinus.
Adapun peserta sarasehan Literasi Pendidikan di SD Pangudi Luhur Yogyakarta adalah A. Era Rosita Endrawati, SE., S.Pd., Adrianus Sugiarta, S.Pd., Agustinus Dwi Haryatno, S.Kom., Agustinus Surya Wijanarko, Ana Ika Ariyani, S.Pd., Anastasia Dwi Widiyanti, S.Pd., Anastasia Ida Ristiani, S.Si., Antonius Tonny Budisantoso, S.Pd., Bernadeta Anjar Rahayuningsih. S.Pd., Bernadeta Erawati, S.Pd.
Kemudian Chatarina Wahyu Pengasih, S.Pd., M.Ed., Christina Septiana Prasetyani, S.Pd., Christina Sri Winarsih, S.Pd. SD., Cornelius Suyana, S.Pd., Ericha Christiani Putri, S.Sn., Fransisca Bertania Delani, S.Pd., Fransisca Zuningsih, S.Pd., Gabriel Pandu Atmaja, S.Pd., Gregorius Asih Atin Agung Saputra, S.Pd., Heri Dwi Santoso, S.Pd., Leny Arinta, M.Pd., Lina Raharjaningsih, S.Pd., Lusia Kesi, S.Pd.
Selanjutnya Patrick Noor Pamungkas, S.Pd., Petrus Dedi Saputro, S.Pd., Petrus Hartanto, S.Pd., Sri Lestari, S.Pd., Stefani Clara Avila, S.Pd., Stella Ludwina Oldini, S.Pd., Theresia Murniati, S.Ag., Yohanes Sigit Wibowo, S.Pd. (mar)











