bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui BPBD Kota Yogyakarta menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga akhir Februari 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan akan diperpanjang sampai Maret 2026, apabila kondisi cuaca ekstrem masih terjadi dengan menunggu update informasi cuaca secara resmi dari BMKG.
“Kita masih menunggu arahan dari BMKG. Kalau sudah keluar, nanti akan kami konsepkan perpanjangan. Memang rencananya akan diperpanjang di bulan Maret 2026,” kata Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Jumat (20/2/2026)
Menurutnya, hingga 10 Februari 2026 intensitas cuaca masih berada pada kategori menengah hingga tinggi. Karena itu, status siaga dinilai masih perlu diberlakukan. “Kalau masih menengah tinggi tentu kita perpanjang. Apalagi provinsi juga telah menetapkan sampai 19 Maret,” ujar Singgih.
Cuaca ekstrem tidak hanya menyebabkan gangguan lalu lintas, tetapi juga merusak bangunan. Sementara potensi dampak pohon tumbang cukup beragam, mulai dari merusak rumah, kendaraan parkir, hingga membahayakan pengguna jalan.
Dikatakan Singgih, BPBD Kota Yogyakarta juga telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan sejak awal musim hujan, antara lain, surat edaran kewaspadaan kepada masyarakat, apel kesiapsiagaan lintas instansi, penyebaran informasi cuaca melalui grup WhatsApp relawan dan warga.
Juga melakukan edukasi melalui video sosialisasi, melakukan pengecekan peralatan, khususnya sistem peringatan dini banjir (EWS) di sungai – sungai besar di Kota Yogyakarta. “Informasi prakiraan cuaca harian dari BMKG rutin diteruskan kepada relawan, puskesmas, kampung tangguh bencana, hingga ke masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini BPBD turut berkoordinasi dengan pihak terkait dan lintas sektor untuk penanganan pohon yang berpotensi tumbang. “Biasanya dampak angin kencang itu pohon tumbang, atap rusak, bahkan bisa menimpa orang di jalan. Karena itu update cuaca selalu kami teruskan ke masyarakat agar bisa mengantisipasi,” ujar Singgih.
“Kami mengimbau agar warga tetap waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, dan potensi banjir hingga akhir musim hujan,” pungkasnya. (*/ ted)












