bernasnews — Badan Amil Zakat Nasional meluncurkan (BAZNAS) Kota Yogyakarta meluncurkan program “Gerai ZIfthar”, bertempat di Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta, Kota Yogyakarta, pada Selasa (17/2/2026).
Program yang kali pertama diluncurkan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui pelibatan UMKM mustahik binaan BAZNAS, selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Program Gerai ZIfthar merupakan inisiatif pemberdayaan mustahik melalui dukungan modal usaha dan sarana produksi bagi sedikitnya 30 pelaku UMKM di sekitar masjid. Di mana para UMKM tersebut nantinya akan memproduksi makanan berbuka puasa (takjil) yang disiapkan setiap hari selama Ramadan.
Hidangan kemudian dibagikan kepada masyarakat melalui sistem penukaran kupon yang diberikan kepada warga yang berbuka puasa di masjid.
Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi oleh Ketua Takmir Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta Octor Noor Arafat, Penjabat Sekda Kota Yogyakarta Dedi Budiono, serta Ketua Baznas Kota Yogyakarta Syamsul Azhari.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menilai program tersebut menjadi contoh konkret fungsi sosial masjid dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Baznas menginisiasi pemberian modal kepada warga sekitar masjid untuk memproduksi takjil.
“Dulu sering diproduksi sendiri oleh masjid, sekarang diproduksi warga sekitar. Artinya masjid memakmurkan masyarakat,” kata Hasto Wardoyo, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Menurut Wali Kota, konsep ini mirip dengan praktik ekonomi berbasis jamaah yang telah berjalan di Masjid Jogokariyan, di mana perputaran dana umat kembali ke masyarakat sekitar. Nantinya setiap sore akan disiapkan sekitar 1.000 porsi takjil dari produk UMKM lokal tersebut.
“Saya cek satu per satu bagus ya, karena menggunakan produk lokal, bukan impor. Supaya uangnya berputar ke warga sendiri. Saya berharap, program Gerai ZIfthar ini dapat diterapkan secara rutin di tahun-tahun mendatang,” harap Hasto Wardoyo.
Kegiatan peluncuran Gerai ZIfthar ini sekaligus menandai pembukaan resmi rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H, di Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota, Octo Noor Arafat, mengemukakan, bahwa Ramadan menjadi momentum membangun kebersamaan, kepedulian, kemandirian, dan kedisiplinan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Dikatakan Octo, selain program ekonomi, masjid juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ibadah dan sosial, antara lain Pesantren Ramadan bagi pengayuh becak di Kota Yogyakarta, Kajian rutin dan tausiah, Shalat tarawih berjamaah, Santunan masyarakat kurang mampu.
“Juga Pembagian 1.000 porsi takjil setiap hari melalui Program Gerai ZIfthar,” ungkapnya.
“Kami berharap Ramadan ini menjadi Ramadan terbaik, dijalani dengan khusyuk dan penuh kemanfaatan sehingga kita menjadi pribadi yang semakin bertakwa dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Octo. (*/ ted)












