News  

Hujan dan Angin Kencang Terjang Bantul 18 Februari 2026: 85 Titik Terdampak, Dua Warga Terluka

Petugas gabungan membersihkan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Bantul pada Rabu, 18 Februari 2026 siang dan memicu berbagai kejadian darurat di sejumlah wilayah.

Hingga pukul 18.30 WIB, Pusdalops PB BPBD Bantul mencatat 85 titik kejadian di 15 dari total 17 kapanewon.

Peristiwa tersebut menyebabkan dua warga mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Petugas gabungan masih melakukan asesmen serta penanganan di lapangan.

Puluhan Pohon Tumbang di Berbagai Wilayah

Cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang dan menutup akses jalan.

Sebanyak 16 titik pohon tumbang tercatat di Kapanewon Kasihan. Kapanewon Sewon mencatat 11 titik dan Kapanewon Bantul delapan titik.

Kapanewon Pajangan mengalami sembilan titik dan Piyungan lima titik.

Wilayah lain yang terdampak antara lain Sanden (2 titik), Pleret (3 titik), Jetis (3 titik), Sedayu (5 titik), Kretek (1 titik), Imogiri (2 titik), Banguntapan (1 titik), Pandak (3 titik), Srandakan (1 titik), dan Dlingo (1 titik).

Pohon tumbang menghambat mobilitas warga dan sebagian menimpa bangunan.

Petugas melakukan pemotongan serta pembersihan material agar akses jalan dapat kembali digunakan.

Angin Kencang, Gerakan Tanah, dan Banjir

Selain pohon tumbang, angin kencang juga merusak sejumlah bangunan.

Di Kapanewon Piyungan, Kalurahan Srimartani tercatat satu lokasi terdampak. Di Pajangan, Kalurahan Triwidadi terdapat dua lokasi kerusakan.

Di Kapanewon Kasihan, Kalurahan Bangunjiwo mencatat dua lokasi kerusakan akibat angin kencang.

Sementara di Banguntapan (Kalurahan Potorono) dan Kapanewon Bantul (Kalurahan Bantul) masing-masing satu lokasi terdampak.

Gerakan tanah juga terjadi di Kapanewon Piyungan, tepatnya di Kalurahan Srimartani sebanyak dua lokasi.

Curah hujan tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan meningkatkan potensi longsor.

Banjir turut merendam lima lokasi di Kalurahan Srimartani, Piyungan.

Air meluap ke pekarangan dan rumah warga akibat saluran air tidak mampu menampung debit hujan.

Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Warga

Data sementara mencatat 24 akses jalan terdampak dan 36 rumah warga mengalami kerusakan.

Selain itu, tiga kandang ternak, satu fasilitas pendidikan, dan dua unit kendaraan turut terdampak.

Kerusakan rumah didominasi bagian atap yang terlepas akibat angin kencang dan tertimpa pohon.

Petugas masih melakukan pendataan untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan bantuan.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Aminudin, menyatakan bahwa tim langsung bergerak bersama TNI, Polri, PLN Bantul, Tagana, PMI, FPRB Kalurahan, relawan, dan warga untuk melakukan penanganan darurat.

“Tim kami bergerak bersama TNI, Polri, PLN Bantul, Tagana, PMI, FPRB Kalurahan, relawan, komunitas, serta warga untuk melakukan penanganan darurat dan pendataan. Proses penanganan masih berlangsung dan data bersifat sementara,” ujarnya.

Dua warga yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis.

BPBD Bantul menyatakan proses penanganan dan pendataan masih berlangsung dan data dapat berubah sesuai pembaruan laporan lapangan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang.

Petugas juga meminta warga segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan masing-masing untuk mencegah risiko lebih lanjut. (Eln)

togel hk

pmtoto

data macau

pm toto

pmtoto

pmtoto

pmtoto

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu