bernasnews — Gelar Budaya yang diselenggarakan oleh SMP Joannes Bosco Yogyakarta berlangsung meriah dan penuh makna. Acara ini menjadi wadah ekspresi seni sekaligus pembelajaran karakter bagi para siswa.
Mengusung pementasan ketoprak berjudul “Jonggrang Mendobrak Malam”, yang diselenggarakan, di Gedung Tamab Budaya Yogyakarta (TBY), Jalan Sriwedari, Kota Yogyakarta, pada Sabtu malam (14/2/2026).
Sejak awal pertunjukan, para peserta didik tampil dengan penuh semangat melalui tarian pembuka dan adegan ketoprak yang menggugah emosi penonton, mencerminkan keseriusan mereka dalam menghidupkan nilai-nilai perjuangan dan keadilan.
“Para siswa bahkan rela meluangkan waktu berbulan-bulan untuk berlatih setelah jam sekolah, menghafal dialog, menguasai gerak tari, serta menyelaraskan irama gamelan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab,” ujar Asterina, Humas SMP Joannes Bosco Yogyakarta, di sela-sela acara.
Kepala Sekolah F. Haryo Tri Aji,S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gelar Seni tahun 2026 dengan tema “Jonggrang Mendobrak Malam” merupakan lambang perjuangan menegakkan keadilan serta sarana menumbuhkan keberanian pada diri anak-anak.
Ia pun menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang ruang kelas, tetapi juga melalui panggung seni yang membentuk kemandirian serta kerja sama yang solid.
“Melalui pementasan ini, para siswa membuktikan kemampuan mereka untuk berproses secara serius, saling mendukung, dan bertanggung jawab demi keberhasilan bersama,” ujar Haryo.
Sementara itu, Kepala Yayasan Yayasan Santo Dominikus Kantor Cabang Yogyakarta, Suster M. Leonyta,OP, dalam sambutannya menekankan, bahwa malam tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan buah dari proses panjang pembentukan karakter.
“Kisah Jonggrang yang berani memperjuangkan kebenaran sejalan dengan semangat anak-anak dalam mengeksplorasi bakat dan minat, belajar mendengarkan, jatuh bangkit, serta saling membantu satu sama lain,” tuturnya.
Menurutnya Suster M. Leonyta,OP,, latihan yang panjang menjadi pengalaman berharga dan kenangan indah yang akan dikenang sepanjang hayat bagi para siswa yang terlibat dalam pementasan yang spektakuler itu.
Pada bagian lain, perwakilan Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta, Budi Asrori,SE,M.Si menyambut gembira pentas budaya ini sebagai upaya melestarikan budaya Jawa yang sarat nilai sopan santun, gotong royong, serta saling menghargai.
Antusiasme siswa di atas panggung mendapatkan apresiasi luar biasa dari para orang tua yang memadati venue gelaran budaya. Kegiatan ini turut didukung oleh mitra sekolah serta partisipasi aktif orang tua siswa.
“Sehingga Gelar Budaya SMP Joannes Bosco Yogyakarta, mengawali tahun 2026 berlangsung sukses dan menjadi perayaan budaya yang membanggakan,” pungkas Asterina. (*/ ted)












