bernasnews – Paguyuban Lansia Santa Teresa, Wilayah Santa Maria Rosari, Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul, DIY mengadakan sarasehan bertajuk “Meditasi Kristiani” bersama Koordinator Meditasi Kristiani DIY Tri Sularso, di Gereja Santa Maria Rosari Pijenan, Bantul, DIY, Jumat (13/2/2026).
Tri Sularso mengemukakan, meditasi adalah doa ATENSI, bukan doa intensi. Meditasi adalah doa hening, sederhana, bukan teknik, tetapi disiplin pemuridan. Meditasi Kristiani berakar daeri Kitab Suci dan tradisi Gereja, bukan sekadar teknik ketenangan.
“Ia adalah doa hening yang sederhana, diam, dan penuh kesetiaan yang mengarahkan seluruhnya kepada Allah. Dengan doa ini kita masuk ke dalam doa Yesus sendiri yang selalu berpaling kepada Bapa.
Meditasi bukan pelarian dari dunia, melainkan jalan kesadaran mendalam bahwa kita adalah bait Roh Kudus. Dengan doa ini kita memasuki relasi personal dengan Allah, berjalan dengan kerendahan hati, kesederhanaan, dan kesetiaan. Meditasi adalah tentang keseluruhan pribadi – tubuh, jiwa dan roh – yang berada dalam berdoa,” kata dia.
Lebih lanjut Tri Suilarso mengemukakan, meditasi dijalani dengan kesetiaan harian. Biasanya pagi dan sore. Intinya adalah pengulangan sederhana mantra yakni MA RA NA THA dengan penuh perhatian, tanpa imajinasi, refleksi atau permintaan.
Diam itu, lanjutnya, berarti membuka hati pada kehadiran Allah. Sederhana itu menanggalkan ego dan topeng-topeng. Kesetiaan berarti, doa ini bukan hasil cepat, tetapi proses panjang.
Sebelumnya, Tri Sularso menyampaikan ada tiga jenis doa yakni doa verbal, doa diskursif dam doa hening. Menurut Katekismus, doa adalah mengangkat hati dan budi kepada Allah.
Dalam acara temu lansia yang dipandu C. Susi Margono ini disampaikan sambutan selamat datang oleh G. Herly Wuryani, sambutan Thomas Sugiyanta mewakili PIUL Paroki Gereja Santo Yakobus, menyanyikan lagu lansia dengan dirigen Yoana Juminah dan doa yang dipimpin Y. Bambang Soponyono. (mar)











