bernasnews – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN Kota/ Kabupaten se-DIY, bertempat di Ruang Yudhistira, Gedung JEC Lantai 2, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Sabtu (14/2/2026).
Acara yang diawali dengan tarian tradisional Jogja “Tari Gambyong” sebagai ucapan selamat datang ini, dihadiri oleh Gubernur DIY, Jajaran Forkopimda DIY, Sekda Pemda DIY, Pimpinan DPRD, Wali Kota/ Bupati se-DIY,.
Juga Ketua Umum KADIN DIY berserta Pimpinan dan Pengurus KADIN DIY, Para Ketua dan Pengurus KADIN Kabupaten/Kota yang baru dilantik serta Para pelaku usaha, mitra strategis, dan undangan.
Dalam sambutannya Ketua Panitia, Timothy Apriyanto mengemukakan, bahwa tema pelantikan hari ini “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY”, mencerminkan komitmen bersama bahwa KADIN tidak hanya hadir sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah.
“Juga masyarakat dalam menjaga stabilitas, daya saing, dan keberlanjutan ekonomi daerah. Susunan pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY yang dilantik hari ini secara nyata mencerminkan formasi pentahelix, yang terdiri dari unsur pengusaha, pemerintah, akademisi, media, dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Apriyanto, komposisi ini menjadi kekuatan utama KADIN dalam membangun kolaborasi lintas sektor, mempercepat inovasi, serta memperluas dampak pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
KADIN sebagai organisasi dunia usaha terus melakukan reformasi dan transformasi kelembagaan. Kita berkomitmen untuk membangun organisasi yang semakin profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, dan memberikan dampak nyata bagi anggota dan masyarakat.
Semangat tabah, jujur dan setia juga sejalan dengan pemikiran David Osborne dalam konsep Reinventing Governance, yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan dan organisasi publik yang memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurial spirit): inovatif, responsif, efisien, berorientasi pada hasil, serta berani melakukan terobosan.
“KADIN hari ini dan ke depan harus menjadi organisasi yang tidak hanya mengelola rutinitas, tetapi juga mampu menciptakan solusi, membuka peluang baru, dan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi daerah,” harap Timothy Apriyanto.
Usai acara seremoni prosesi pelantikan dan pengukuhan Pengurus KADIN Kota/ Kabupaten se-DIY, dalam sambutaannya GKR Mangkubumi selaku Ketua Umum KADIN DIY, masa bakti 2025 – 2030, mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik.
“Amanah ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk membawa dunia usaha DIY semakin maju, tangguh, dan berdaya saing,” tegas GKR Mangkubumi.
Menurutnya, tema yang diusung hari ini, “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY”, sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi saat ini yakni berada dalam era penuh tantangan: dinamika global, transformasi digital, perubahan iklim usaha, serta tuntutan daya saing yang semakin tinggi.
“Namun, saya meyakini bahwa DIY memiliki modal sosial, budaya, dan sumber daya manusia yang kuat. UMKM yang kreatif, industri pariwisata yang berdaya tarik tinggi, sektor pendidikan yang unggul, serta semangat gotong royong masyarakat menjadi fondasi utama ketangguhan ekonomi kita,” bebernya.
“Tugas KADIN ke depan adalah memastikan seluruh potensi tersebut terhubung dalam sebuah ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjut GKR Mangkubumi.
Sebagai mitra strategis pemerintah, KADIN memiliki peran penting dalam, 1. Mendorong iklim usaha yang kondusif, adil, dan berkeadilan, 2. Memperkuat daya saing UMKM dan industri lokal, agar mampu naik kelas dan menembus pasar nasional maupun global.
3. Mengakselerasi transformasi digital dan inovasi usaha, sebagai respon terhadap perubahan zaman, 4. Meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha, melalui pelatihan, pendampingan, dan jejaring bisnis, 5. Memperluas kolaborasi lintas sektor, antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas.
Ketua Umum KADIN DIY juga berharap, pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerahnya masing-masing. Jadilah jembatan aspirasi pelaku usaha, sekaligus solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha.
“Ketangguhan ekonomi tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga stabilitas, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar GKR Mangkubumi, yang juga Putri Sulung Sultan HB X.
Oleh karena itu, KADIN DIY berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan, guna membangun ekonomi DIY yang mandiri, inovatif, berdaya saing, dan berbasis kearifan lokal.
“Saya mengajak seluruh jajaran KADIN Kabupaten/Kota untuk bekerja dengan semangat integritas, profesionalisme, dan kolaborasi. Jadikan KADIN sebagai rumah besar dunia usaha yang inklusif, terbuka, dan solutif. Mari kita perkuat solidaritas, satukan langkah, dan terus berinovasi, demi mewujudkan ekonomi DIY yang tangguh, berdaya saing, dan bermartabat,” tandas GKR Mangkubumi.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutanya memberikan apreseasi atas pelantikan dan pengukuhan pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY. Menurut Sultan, bahwa ekosistem ekonomi kekinian tidak lagi dipahami sebagai sektor yang berjalan sendiri-sendiri. Melainkan berbagai faktor yang saling terhubung untuk mewujudkan kemanfaatan bersama.
“Ekosistem menuntut bukan hanya partisipasi kehadiran melainkan kesepahaman arah. Dalam kerangka itu KADIN Kabupaten/Kota adalah penggerak ekonomi wilayahnya masing-masing, yang bukan sekadar respresentasi usaha namun simpul orkestrasi pertumbuhan semua wilayah,” tutur Sultan HB X.
Semua itu, imbuh Sultan, merupakan posisi strategis untuk menggerakan industri dan menguatkan UMKM serta dapat menjembatani aspirasi pelaku usaha dengan kebijakan publik. DIY tidak dibangun di atas sekolah, politk, dia tumbuh dari keragaman potensi.
Sleman dengan keunggulan pendindikan dan ekonomi, Bantul dengan industri kreatif dan manufaktur, Kulon Progo dengan koneksititas logistik dan peluang kawasan industri, Gunungkidul dengan agrobisnis dan kekuatan pariwisata, Kota Yogyakarta dengan jasa perdagangan dan pendidikan.
“Keberagaman ini merupakan komplemen baru yang saling melengkapi, Justru dalam defrensiasi itulah daya saing potensi DIY bertumbuh,” ujar Sultan HB X. (ted)












