News  

Sosialisasi Anggota FKDM Gamping Ajak Warga Peduli Lingkungan Sosial

Para narasumber memberi sosialisasi kewaspadaan dini masyarakat di Kapanewon Gamping, Sleman, DIY, Selasa 10/2/2026. (Foto: Praba Pangripta)

bernasnews – Pemerintah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY mengadakan sosialisasi kepada Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan tokoh masyarakat se-Kapanewon Gamping. Peserta mendapat sosialisasi tentang kondisi wilayah tersebut dalam tahun 2025 dan antisipasi awal tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di lantai 2 RR Wirasuta, Kapanewon Gamping, Sleman, DIY, Selasa 10/2/2026.

“Mari kita tingkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial!” kata Panewu Gamping, Suyanto, S.Sos, MM mengajak seluruh anggota FKDM dan para tokoh masyarakat.

Menurut Suyanto yang didampingi Panewu Anem, Kapanewon Gamping menghadapi masalah semakin kompleks seiring perkembangan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan. Setidaknya ada tujuh kampus di Kapanewon Gamping yang berdampak terhadap perubahan sosial kemasyarakatan.

Kewaspadaan dini berbasis risiko perlu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan bersama. Gangguan keamanan masyarakat, potensi bencana hidrometeorologi, pemasalahan sampah, permasalahan kenakalan anak perlu sinergitas dalam penanganannya.

Narasumber lainnya yaitu Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo,S.H.,M.A.P, Danramil Gamping Kapten Infanteri Wahyani, dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, yang diwakili oleh Bagus Jalu Anggara, S.IP.

Menurut Kapolsek Gamping yang baru menjabat 1 tahun di Gamping, tingkat kriminalitas di Kapanewon Gamping selama kurun waktu 2025 cukup tinggi. Tercatat ada 213 laporan polisi terkait kejadian penganiayaan dan pengeroyokan.

Kejadian penemuan kerangka manusia di Nogotirto memberi pelajaran bagi semua untuk tanggap terhadap tetangga sekitar. Ia juga berpesan untuk tidak main hakim sendiri saat menghadapi suatu tindak kriminal, termasuk penanganan lalu lintas di jalan raya.

“Dalam waktu dekat memasuki bulan Ramadan, potensi gangguan suara petasan, balap liar di beberapa ruas jalan,” kata Bowo Susilo, seraya menambahkan perlunya diinformasikan tentang adanya peredaran minuman keras (miras), karena miras salah satu pemicu tindak kekerasan.

Bagus Jalu Anggara, S.IP dari Kesbangpol Kabupaten Sleman mengingatkan, bahwa Gamping yang kini jumlah penduduknya mencapai 100.000 jiwa tidak dapat dilihat sebagai wilayah desa semata. Sebab wilayah Sleman barat ini integral dari perkembangan DIY atau aglomerasi. Ia sempat menyampaikan pengalaman saat mendampingi anak yang terpapar radikalisme, ekstrimisme, dan kekerasan.

Danramil Gamping Kapten Infanteri Wahyani lebih menyoroti pendampingan orang tua terhadap putra-putri agar bijak menggunakan medsos. Dunia informasi teknologi yang kian terbuka, anak-anak dengan mudah mengakses informasi yang membahayakan melalui gadget.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan sharing antara nara sumber dengan para peserta sosialisasi. Permasalahan dari kriminalitas, kenakalan anak, sampah, hingga bagaimana penanganan hukum dijawab oleh para nara sumber secara jelas dan rinci. (mar/Praba Pangripta, Penulis Tinggal di Gamping, Sleman, DIY)

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

kawijitu

kawijitu

slot gacor