bernasnews – Peringatan wafat Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atau haul XVI Gus Dur mendapat dukungan doa lintas iman. Bapak pluralisme ini wafat pada tanggal 30 Desember 2009 dan dimakamkan di Jombang, Jawa Timur.
Komunitas GUSDUR-ian menyelenggarakan peringatan 16 tahun wafatnya Gus Dur di Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin 9/2/2026.
“Haul XVI Gus Dur mengusung tajuk ‘Katanya Demokrasi’ untuk membangkitkan nilai-nilai keutamaan yang diwariskan Gus Dur. Ada sembilan nilai yakni: ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, kearifan lokal atau tradisi,” kata tim publikasi dan dokumentasi Fifi Malida.
Menurut dia, kegiatan haul Gus Dur diselenggarakan agar menjadi wadah yang inklusif untuk bersama, tidak ekslusif. Haul menjadi tradisi pesantren, harapannya dapat dirayakan bersama. Agenda haul pernah diselenggarakan di pura Jagadnata, Sorowajan Banguntapan, Bantul, DIY.
Romo Gregorius Sulistiyanto,Pr mengajak seluruh insan untuk mengenang warisan keimanan dan kebijaksanaan Gus Dur menjadi teman seperjalanan dalam mencari teman, dan mencari kebahagiaan. Harapannya, semua insan selalu merasa damai dan sejahtera merasakan kebaikan Tuhan.
“Acara haul bukan sekadar mengenang sosok bapak bangsa, melainkan sebagai refleksi untuk terus meneladani nilai dan pemikiran Gus Dur. Perbedaan bukan sebuah ancaman, melainkan merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama,” kata ketua panitia Fazlur Rahman.
Meski hujan deras mengguyur sejak siang, tetapi tidak menyurutkan peserta haul merayakan doa bersama yang dipimpin secara bergantian dari perwakilan umat Muslim Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Penghayat Kepercayaan.
Acara haul XVI Gur Dur diawali dengan penampilan tarian kolosal Kridha Tresna Budaya dari Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, dimeriahkan dengan penampilan “Ambaran Ansambel” dari mahasiswa pasca sarjana UGM, standup comedy oleh Dodok Jogja, dan puncak acara talk show oleh Inayah Wahid, putri Gus Dur.
Peserta haul Gus Dur diajak mengikuti berita-berita yang sedang viral dan mendapat perhatian publik yang ditayangkan dalam layar LCD. Inayah Wahid memberi pencerahan dan membuka ruang dialog terhadap situasi bangsa yang tidak sedang baik-baik saja. Ia tak segan-segan memberikan kritik dengan bumbu humor, sehingga membawa peserta hanyut dalam gelak tawa dan bergembira bersama. Ia mewarisi ayahnya Gus Dur membawa joke-joke dan berani menyuarakan kebenaran.
Tidak terasa acara talkshow hingga larut malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Para pejabat yang hadir Panewu Gamping Suyanto, S.Sos, MM mewakili Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda, Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo,S.H.,M.A.P, Danramil Gamping Kapten Infanteri Wahyani, dan Bhabinkamtibmas. Selain itu hadir para tokoh masyarakat dari berbagai agama dan para umat lintas agama. (mar/Praba Pangripta, Penulis Tinggal di Gamping, Sleman, DIY)











