bernasnews – Pemerintah resmi menetapkan pengaturan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama bulan suci Ramadhan 2026.
Kebijakan ini menjadi panduan bagi satuan pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di seluruh Indonesia agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan kekhusyukan ibadah puasa.
Melalui koordinasi lintas kementerian, jadwal masuk sekolah, libur awal Ramadhan, hingga libur Lebaran 2026 telah disepakati dan diumumkan kepada publik. Penyesuaian ini tidak hanya menyentuh waktu belajar, tetapi juga materi pembelajaran yang diselaraskan dengan nilai-nilai Ramadhan.
Libur Awal Puasa Ramadhan 2026 Dimulai 18 Februari
Sebelum kegiatan belajar tatap muka selama Ramadhan dimulai, siswa terlebih dahulu mendapatkan libur awal puasa. Libur ini berlaku untuk peserta didik jenjang SD hingga SMA sederajat, sementara mahasiswa mengikuti kalender akademik masing-masing perguruan tinggi.
Berdasarkan kesepakatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama, dan Kemenko PMK, libur awal Ramadhan 2026 berlangsung selama tiga hari, yaitu:
- Rabu, 18 Februari 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
- Jumat, 20 Februari 2026
Namun, masa libur siswa sebenarnya bisa lebih panjang. Pasalnya, terdapat libur nasional dan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada:
- Senin, 16 Februari 2026: Cuti Bersama Imlek
- Selasa, 17 Februari 2026: Libur Nasional Tahun Baru Imlek
Jika digabungkan dengan libur akhir pekan pada Sabtu-Minggu, 21-22 Februari 2026, maka siswa berpotensi menikmati libur hingga hampir satu pekan penuh sebelum kembali masuk sekolah.
Jadwal Masuk Sekolah Selama Ramadhan 2026
Setelah libur awal puasa, kegiatan belajar tatap muka di sekolah kembali dilaksanakan. Pemerintah menetapkan bahwa pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadhan dimulai pada Senin, 23 Februari 2026 hingga 16 Maret 2026.
Selama periode ini, sekolah tetap menerapkan libur akhir pekan reguler setiap Sabtu dan Minggu. Artinya, siswa tetap mengikuti pembelajaran tatap muka, namun dengan pendekatan dan muatan yang disesuaikan dengan suasana Ramadhan.
Arah Pembelajaran Ramadhan: Akademik dan Karakter
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa pembelajaran selama bulan Ramadhan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.
Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum strategis dalam dunia pendidikan untuk memperkuat pembentukan karakter anak bangsa. Nilai iman, takwa, akhlak mulia, serta kepedulian sosial menjadi fokus utama selama proses belajar berlangsung.
“Ramadhan adalah momentum pendidikan karakter. Pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Pratikno, dikutip dari keterangan resmi Kemenko PMK, Selasa (10/2/2026).
Materi Belajar di Sekolah Selama Puasa Ramadhan
Dalam pelaksanaannya, sekolah didorong untuk menyesuaikan materi dan aktivitas pembelajaran selama Ramadhan. Penguatan pendidikan keagamaan menjadi salah satu fokus utama, dengan pendekatan yang inklusif sesuai latar belakang peserta didik.
Bagi siswa beragama Islam, kegiatan dapat meliputi tadarus Al-Quran, pesantren kilat, kajian keislaman, pembiasaan ibadah dan akhlak terpuji
Sementara itu, peserta didik non-Islam tetap difasilitasi melalui kegiatan bimbingan rohani dan aktivitas keagamaan lain sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Kegiatan Sosial dan Edukatif Selama Ramadhan
Selain penguatan nilai spiritual, pembelajaran Ramadhan 2026 juga diarahkan untuk membangun karakter sosial siswa. Sekolah diharapkan menghadirkan kegiatan yang menumbuhkan empati, kepedulian, serta kebiasaan positif.
Beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan antara lain:
- Berbagi takjil
- Penyaluran zakat dan santunan
- Lomba adzan dan MTQ
- Cerdas cermat keagamaan
- Kegiatan sosial dan kreatif lainnya
Dengan pendekatan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga sarana pendidikan holistik bagi peserta didik.
Jadwal Libur Lebaran 2026 untuk Siswa
Setelah pembelajaran Ramadhan berakhir pada 16 Maret 2026, siswa kembali memasuki masa libur panjang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Jadwal libur Lebaran ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dan berdekatan dengan perayaan Hari Suci Nyepi. Berikut rincian libur sekolah Lebaran 2026:
Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Nyepi
Kamis, 19 Maret 2026: Libur Nyepi
Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri
Sabtu, 21 Maret 2026: Libur Idul Fitri hari pertama
Minggu, 22 Maret 2026: Libur Idul Fitri hari kedua
Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri
Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri
Rabu, 25 Maret 2026: Libur sekolah
Kamis, 26 Maret 2026: Libur sekolah
Jumat, 27 Maret 2026: Libur sekolah
Ditambah libur akhir pekan Sabtu-Minggu, 28-29 Maret 2026, total libur Lebaran yang dinikmati siswa bisa mencapai 12 hari berturut-turut.
Dengan pengaturan jadwal belajar dan libur yang matang, pemerintah berharap kegiatan pendidikan selama Ramadhan 2026 tetap berjalan seimbang antara pembelajaran, ibadah, dan pembentukan karakter.
Orang tua dan sekolah dapat memanfaatkan momentum ini sebagai sarana mendidik anak-anak menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan peduli terhadap sesama. (anp)












