News  

Viral Oknum Jasa Foto Parangtritis Tegur Wisatawan yang Foto Rombongan Sendiri

Viral oknum jasa foto di Parangtritis tegur wisatawan. (IG Merapi_Uncover)

bernasnews – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu perbincangan hangat warganet setelah menampilkan dugaan larangan memotret di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun X bernama @merapi_uncover pada Minggu, 8 Februari 2026, dan dengan cepat menyedot perhatian publik.

Dalam rekaman singkat itu, tampak seorang pria mengenakan rompi berwarna merah muda mendatangi sekelompok wisatawan yang sedang berfoto di area pantai. Pria tersebut diduga merupakan oknum penyedia jasa foto langsung jadi yang biasa beroperasi di kawasan wisata.

Ia terlihat menegur rombongan tersebut dan menyampaikan larangan untuk memotret kelompok mereka sendiri.

Unggahan itu sontak viral. Hingga artikel ini disusun, video telah disaksikan ribuan pengguna Instagram dan mengundang 3 ribu komentar dari pengguna media sosial. Banyak warganet mempertanyakan dasar larangan tersebut, terutama karena lokasi kejadian berada di ruang publik yang terbuka untuk umum.

Video yang Memicu Polemik

Dalam keterangan unggahannya, akun @merapi_uncover menuliskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di Pantai Parangtritis dan melibatkan oknum jasa foto instan. “Lokasi di Parangtritis min, ada oknum foto langsung jadi yang melarang untuk memotret rombongan sendiri,” tulis akun tersebut.

Video memperlihatkan pria berompi merah muda yang menyampaikan pernyataan kepada rombongan wisatawan. Ia mengatakan, “Anda bawa foto itu silakan, tapi jangan ikut memotret rombongan Anda.”

Ucapan tersebut langsung ditanggapi oleh salah satu anggota rombongan dengan nada kebingungan, “La pripun,” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Lalu bagaimana?”

Percakapan singkat itu menjadi sorotan karena dianggap menyentuh hak wisatawan untuk mendokumentasikan kunjungan mereka di area wisata terbuka. Tidak sedikit pula yang meminta adanya penjelasan resmi dari pihak pengelola atau otoritas setempat agar tidak terjadi kesalahpahaman antara wisatawan dan pelaku jasa wisata.

“Mencoreng pariwisata Bantul & DIY. Ndak tuman, di usut tuntas dan di proses. Jangan cuma berhenti di materai 10.000,” tulis akun @lulut_re*ro.

“Aturane sopo kui? Gawe aturan dewe. Tolong ditertibkan bikin wisatawan gak nyaman @dinparbantul @pemkabbantul,” demikian komentar @uditos*i.

Sementara itu, Kominfo DIY juga telah menyampaikan bahwa aduan tersebut sudah dilaporkan melalui E-Lapor DIY.

“Terima kasih atas informasinya. Aduan telah dilaporkan melalui E-Lapor DIY dgn ID 0802260003 dan diteruskan ke pihak terkait. Mohon maaf atas ketidaknyamanan nggih Lur,” tulis akun IG @kominfodiy pada Minggu, 8 Februari 2026.

Respons Publik dan Harapan Klarifikasi

Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi beragam reaksi. Sebagian warganet menyayangkan sikap oknum yang dinilai terlalu membatasi, sementara lainnya menilai perlu ada aturan yang jelas agar tidak merugikan pihak mana pun.

Ada pula yang meminta pemerintah daerah maupun pengelola kawasan wisata untuk turun tangan memberikan penjelasan resmi.

Pantai Parangtritis sendiri merupakan salah satu ikon wisata paling terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan turis mancanegara, karena panorama alamnya yang khas dan nilai historis serta budayanya yang kuat.

Pesona Pantai Parangtritis yang Selalu Memikat

Keindahan Pantai Parangtritis terletak pada bentangan garis pantainya yang panjang, membujur dari arah barat hingga timur sejauh mata memandang. Hamparan pasirnya yang luas memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan sekaligus mencari sudut terbaik untuk berfoto.

Pantai ini juga dikenal sebagai lokasi favorit untuk menyaksikan matahari terbit maupun matahari terbenam. Saat pagi hari, cahaya Matahari terbit menciptakan nuansa kuning keemasan yang memantul di permukaan pasir. Sementara pada sore menjelang malam, langit Pantai Parangtritis sering kali dihiasi gradasi warna oranye dan ungu yang memikat.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan Matahari terbit, disarankan untuk datang sejak dini hari, bahkan ketika suasana masih gelap. Sedangkan untuk menikmati Matahari terbenam, waktu terbaik adalah berangkat sejak sore agar bisa memilih lokasi yang nyaman sebelum pantai semakin ramai.

Selain menawarkan panorama indah, Pantai Parangtritis juga memiliki karakter alam yang perlu diwaspadai. Wisatawan diimbau untuk tidak berjalan terlalu dekat dengan garis air laut, terutama saat menyusuri bibir pantai. Di sepanjang kawasan ini terdapat palung pasir yang berbahaya dan dapat mengancam keselamatan.

Bagi yang ingin memancing ikan atau sekadar mencari suasana lebih tenang, wisatawan dapat berjalan menyusuri pantai hingga menemukan area yang relatif sepi. Namun, tetap penting untuk memperhatikan kondisi sekitar dan selalu menjaga keselamatan diri.

Ramainya perbincangan soal video larangan memotret ini menuai beragam komentar warganet terutama terkait aturan dan etika di kawasan wisata. Para wisatawan bisa menikmati keindahan alam, sementara para pelaku jasa wisata juga dapat menjalankan aktivitasnya secara tertib dan profesional. (anp)

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

situs toto

toto slot

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

kawijitu

kawijitu

slot gacor

rtp slot

situs toto