bernasnews — Komunitas Happy-Happy merupakan wadah atau perkumpulan dari sejumlah kaum perempuan atau ibu-ibu warga Komplek Bank BNI 46 Swadarma, di Jakarta Selatan. Perkumpulan ini telah berusia tiga tahun atau dibentuk berkisar pada tahun 2023.
Adapun pengurus komunitas ini antara lain Ketua, Pramukawati; Bendahara, Ririn Rianingsih serta Ketua Koperasi Kosipa, Eny dan Bendahara Kosipa, dr. Risa.
Sementara anggota Komunitas Happy- Happy terdiri dari berbagai profesi, ada yang sebagai dokter yang terbiasa membantu masyarakat yang membutuhkan di lingkungan tempat tinggal tanpa dipungut biaya.
Juga yang berprofesi sebagai dosen, pegawai swasta atau wiraswasta, pensiunan ex BUMN, dan sebagainya. Mereka semua telah terbiasa peduli untuk menyumbangkan baik materi, tenaga serta pemikiran untuk kemajuan lingkungannya.
Selain itu, beberapa personil komunitas Happy-Happy ada juga yang bergerak dalam bidang Yayasan Yatim Piatu, di mana secara rutin menggelar pengajian, senam sehat yang diadakan dalam seminggu sebanyak dua atau tiga kali kegiatan.
Hal ini dimaksudkan untuk menjalin sebuah ikatan silaturahmi yang erat. Setiap satu bulan sekali juga menyelenggarakan berbagai pertemuan, yang dibentuk atas dasar kegiatan arisan yang bertujuan agar kelak semua anggota dapat ikut berwisata atau tour bersama- sama dari dana yang telah dikumpulkan bersama.
Di wilayah- lingkungan Komplek BNI Swadarma sendiri, Komunitas Happy-Happy juga membentuk kegiatan koperasi simpan pinjam, di bawah naungan Rukun Puspakarita. Jumlah keanggotaan telah mencapai lebih dari 100 orang peserta.
Hingga saat ini, Komunitas Happy-Happy telah melakukan berbagai kegiatan antara lain bakti sosial, kegiatan arisan, simpan pinjam melalui koperasi dan kegiatan berwisata. Kegiatan wisata (tour) yang pernah dilakukan meliputi berbagai obyek wisata yang berada di Jawa Barat.
Untuk Jawa Tengah belum lama ini telah mengunjungi destinasi obyek wisata Nepal Van Java (NVJ) dan Negeri Sayur Sukomakmur, di Kajoran, Kabupaten Magelang.
Adapun berbagai kegiatan yang bersifat sosial, antara lain memberikan bantuan dengan menyantuni sesama yang terdampak bencana banjir, berupa pemberian paket sembako dan nasi bungkus serta mengunjungi dan memberikan santunan kepada orang-orang yang sedang menderita sakit atau yang meninggal dunia.
Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Happy-Happy ini, dimaksudkan untuk memotivasi para anggota agar kelak di kemudian hari keberadaan koperasi simpan pinjam yang dikelola oleh beberapa anggota komunitas dapat lebih bermanfaat.
Selain bermanfaat bagi angotanya sendiri serta anggota koperasi lainnya, dalam ikut membina dan mengembangkannya sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu contoh atau suri teladan bagi koperasi- koperasi berskala kecil yang ada di lingkungan lain, terutama di wilayah Jakarta Selatan. (zbd/ Tutik W, Anggota Komunitas Happy-Happy dan Alumni SMA1 Magelang)












