bernasnews — Seorang peziarah asal Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, meninggal dunia secara mendadak di serambi mushola kawasan Makam Syeh Bela Belu, Parangtritis, Kretek, Bantul, pada Minggu siang (1/2/2026). Korban diduga mengalami kelelahan berat yang berkaitan dengan riwayat penyakit jantung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan segera menarik perhatian peziarah serta warga di sekitar lokasi.
Aparat Polsek Kretek bersama tim medis dan tim identifikasi Polres Bantul mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, membenarkan adanya peristiwa meninggal mendadak tersebut dan menyatakan bahwa seluruh tahapan penanganan telah dilakukan sesuai standar operasional.
Identitas Korban Warga Magelang
Korban berinisial S, laki-laki berusia 60 tahun, lahir di Magelang pada 5 Mei 1965. Korban beragama Islam dan berprofesi sebagai sopir.
Alamat domisili korban tercatat di Dusun Karang Malang, Desa Candisari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Korban juga diketahui baru keluar dari perawatan rumah sakit sekitar satu bulan sebelum kejadian.
Kronologi Kejadian di Area Makam
Peristiwa bermula saat korban tiba di kompleks Makam Syeh Bela Belu bersama dua orang saksi yang masih memiliki hubungan keluarga.
Kedua saksi tersebut adalah Wardoyo, adik sepupu korban, dan Fayakhun, rekan korban, yang sama-sama berasal dari Secang, Magelang.
Ketiganya bermaksud melaksanakan ziarah. Saat menaiki tangga menuju area makam, korban mengeluhkan kelelahan.
Korban kemudian menyampaikan keinginannya untuk beristirahat sejenak di serambi mushola yang berada di kawasan makam.
Korban lalu duduk dan berbaring di serambi mushola, sementara kedua saksi melanjutkan ziarah. Kondisi korban saat ditinggalkan dinilai masih dalam keadaan normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
Setelah menyelesaikan ziarah, kedua saksi kembali ke serambi mushola. Saat itu, korban ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi tidak sadarkan diri. Para saksi kemudian memastikan kondisi korban dan mendapati korban telah meninggal dunia.
Penanganan Aparat dan Pemeriksaan Medis
Mendapat laporan kejadian tersebut, Polsek Kretek segera mendatangi lokasi. Kapolsek Kretek bersama Panit Reskrim, Kepala SPKT, serta petugas piket Reskrim, Intel, dan Samapta melakukan pengamanan dan pendataan di TKP.
Petugas kepolisian selanjutnya menghubungi Tim Identifikasi Polres Bantul yang dipimpin Aiptu Teguh Wijaya bersama Brigadir Budi Rahmadi.
Tim medis dari Puskesmas Kretek yang dipimpin dr. Wisnu Bimo Sutopo juga didatangkan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Selain itu, polisi meminta keterangan dari para saksi guna memastikan kronologi kejadian secara lengkap.
Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban ditemukan dalam posisi tengkurap di lantai serambi mushola.
Korban mengenakan baju hem biru, celana panjang krem, ikat pinggang hitam, serta celana dalam hijau. Rambut korban pendek berwarna hitam, berkulit sawo matang, berkumis tipis, dan memiliki tahi lalat di dahi.
Dokter mendapati mata korban tertutup, mulut terbuka dengan cairan keluar, serta lidah tergigit. Lebam mayat terlihat di bagian wajah dan leher, sementara kaku mayat belum tampak.
Celana korban juga ditemukan basah di bagian selangkangan dengan cairan putih keluar dari kemaluan.
Tim medis memperkirakan waktu kematian sekitar satu jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.
Tim Identifikasi Polres Bantul juga memastikan tidak terdapat indikasi penganiayaan pada tubuh korban.
Jenazah Diserahkan kepada Keluarga
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, kepolisian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.
Jenazah dibawa menggunakan ambulans SAR menuju rumah duka di Magelang. Keluarga korban menandatangani administrasi penyerahan jenazah di Polsek Kretek.
Kasi Humas Polres Bantul mengimbau masyarakat, khususnya peziarah dan wisatawan, untuk memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit kronis.
“Apabila merasa lelah atau kurang sehat, sebaiknya segera beristirahat dan tidak memaksakan diri,” ujarnya. (Eln)












