News  

Ibu Paroki Santo Yakobus Bantul Semangat dalam Pelayanan Paroki Gereja

Sebagian anggota Paguyuban Ibu Paroki Santo Yakobus Bantul bersama Romo Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr (kiri) dan Romo Chosmas Christian Timur, Pr. seusai sebuah kegiatan di paroki. (Foto : Humas Ibu Paroki Bantul)

bernasnews – Secara umum semua anggota Paguyuban Ibu Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul DIY sangat bersemangat apabila mendapatkan tugas dari paroki dalam berbagai even di tingkat paroki.

“Suka duka sebagai Ibu Paroki tentu beraneka warna. Suka cita terasa saat berkegiatan bersama dan tidak ada yang mengeluh, saling support, saling membantu, saling mengingatkan.

Namun terasa sedih apabila sudah berupaya semaksimal mungkin dengan menyediakan waktu, tenaga dan pikiran, masih ada suara sumbang yang terasa kurang mengenakkan di telinga. Entah itu ada yang kurang dalam pelayanan kami atau faktor intern pribadi. Tetapi secara umum, kami bersemangat dalam pelayanan,” kata Ketua Paguyuban Ibu Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul DIY Sylvia Maria Winahjuningrum Primawati kepada bernasnews di gereja setempat, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Sylvia, Paguyuban Ibu Paroki adalah satu tim pelayanan yang berada di bawah koordinasi Bidang Paguyuban & Persaudaraan dan Bidang Rumah Tangga Gereja. Fungsi utama di dalam Bidang Paguyuban & Persaudaraan adalah sebagai wadah untuk mengumpulkan ibu-ibu dari berbagai lingkungan yang berada di Wilayah Pusat Paroki. Sebagai wakil dari lingkungan masing=masing mengikutsertakan minimal dua orang untuk mengikuti berbagai macam kegiatan di paroki.

“Paling tidak ada sepuluh kegiatan kami. Yakni pertemuan rutin setiap tanggal 3 dalam bulan yang berjalan, senam sehat setiap hari Kamis pukul 16.00 WIB, cek tensi berkala setiap tiga bulan sekali, pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan setahun sekali, menyiapkan konsumsi untuk setiap kegiatan pertemuan di tingkat paroki.

Kemudian menyiapkan konsumsi untuk para tamu yang mengikuti kegiatan di paroki, ziarah setiap bulan Mei dan Oktober, menyiapkan perayaan syukur HUT imamat para romo yang sedang berkarya di paroki, mengadakan sarasehan kesehatan, dan beranjangsana ke keluarga anggota Ibu Paroki yang sedang sakit,” kata dia.

Sedangkan fungsi utama Ibu Paroki di bawah koordinasi Bidang Rumah Tangga Gereja lebih bersifat pengadaan barang-barang keperluan dapur untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di tingkat paroki. Seperti pengadaan gelas, piring, sendok, rak piring, almari dan sebagainya.

Saat ini, jumlah anggota Paguyuban Ibu Paroki Bantul tercatat ada 62 orang. Mereka didominasi oleh para ibu muda yang masih usia produktif. Ketua Ibu Paroki sebelum Sylvia adalah Agnes Jumirah (Lingkungan Santo Ambrosius, tahun 1983 – 1990), Martina Sutirah (Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis, tahun 1990 – 2006).

Selanjutnya Maria Magdalena Mudjijanti (Lingkungan Santo Aloysius, tahun 2006 – 2019), dan Maria Magdalena Wientarsih Budi Astuti (Lingkungan Santo Ambrosius, tahun 2019 – 2022). Sedangkan Sylvia menjabat sebagai Ketua Ibu Paroki sejak tahun 2022 sampai sekarang. (mar)