News  

Kakek 75 Tahun Asal Jakarta Ditemukan Tewas di Gumuk Pasir Parangtritis dengan Wajah Lebam

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat pria lanjut usia di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Bantul. (Ist) 

bernasnews — Suasana pagi di kawasan wisata Gumuk Pasir Parangtritis, Kabupaten Bantul, mendadak mencekam setelah warga menemukan sesosok mayat laki-laki lanjut usia dalam kondisi mengenaskan.

Polisi mengungkapkan, korban merupakan seorang kakek berusia 75 tahun asal Jakarta Timur yang ditemukan dengan sejumlah luka dan lebam di wajah serta tubuh.

Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, korban ditemukan warga pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB di Area Gumuk Pasir Grogol IX, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Penemuan Berawal saat Warga Mencari Rumput

Peristiwa itu bermula ketika Marno (50), warga Dusun Grogol VII, Parangtritis, tengah mencari rumput di sekitar gumuk pasir.

Saat menyusuri semak-semak, ia melihat seorang laki-laki tergeletak dalam kondisi tidak bergerak.

Marno kemudian mendekati lokasi dan memastikan kondisi korban.

Setelah mengetahui korban telah meninggal dunia, ia segera menghubungi Rodhiva Wahyu (25), anggota SAR Parangtritis, sekaligus melaporkan temuan tersebut ke Polsek Kretek.

Petugas Polsek Kretek langsung mendatangi lokasi dan mengamankan area.

Polisi kemudian menghubungi Tim Inafis Polres Bantul, Puskesmas Kretek, serta unsur gabungan lainnya untuk melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Tim gabungan yang datang ke lokasi terdiri atas INAFIS Polres Bantul, Pamapta III Polres Bantul, Dokkes Polres Bantul, anggota Polsek Kretek, Ditpolairud Polda DIY, Koramil Kretek, Puskesmas Kretek, PMI Bantul, dan SAR Parangtritis.

“Petugas langsung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP secara menyeluruh di area gumuk pasir,” ujar Iptu Rita.

Identifikasi Korban dan Kondisi Luka

Tim Inafis Polres Bantul melakukan identifikasi menggunakan Inafis Portable System dengan mencocokkan sidik jari telunjuk tangan kanan korban secara manual dan digital.

Hasilnya, korban diketahui bernama HM, laki-laki, lahir di Teluk Betung pada 18 Juni 1957, bekerja sebagai karyawan swasta, dan beralamat di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kedua kaki menekuk.

Korban mengenakan celana pendek hitam, kaos dalam putih, dan kaos luar berkerah biru yang tersingkap.

Petugas mendapati kedua mata korban terbuka dengan lebam di sekitar bola mata.

Luka juga ditemukan di pelipis kanan sepanjang sekitar 4 sentimeter, pangkal hidung 1,5 sentimeter, lebam di sekitar mulut kiri, luka sobek di daun telinga kiri sekitar 1,5 sentimeter, luka di telinga kanan sekitar 2 sentimeter, bengkak pada rahang kiri, serta lebam di bagian depan leher. Tinggi badan korban sekitar 160 sentimeter.

Dokter Nungki Arinita dari Puskesmas Kretek yang melakukan pemeriksaan medis awal menyebutkan, korban telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan.

Ia juga memperkirakan usia korban sekitar 60 tahun, meskipun identitas resmi mencatat usia korban 75 tahun.

Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Aparat belum menyimpulkan apakah korban meninggal akibat kecelakaan, tindak kekerasan, atau faktor lainnya.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata Iptu Rita.

Jenazah korban telah dievakuasi untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti di sekitar lokasi.

“Penyebab kematian masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.