bernasnews – Cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat ini. Sejumlah wilayah di Jogja dan sekitarnya diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor lokal serta dinamika atmosfer regional, salah satunya kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia selatan Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena cuaca buruk berpotensi mengganggu aktivitas harian, terutama kegiatan luar ruang. Risiko genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan lalu lintas menjadi ancaman yang perlu diantisipasi sejak dini.
Pengaruh Bibit Siklon Tropis 91S terhadap Cuaca Jogja
BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 91S yang saat ini berada di wilayah Samudera Hindia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat. Sistem cuaca ini dinilai memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan, dengan pergerakan relatif lambat ke arah tenggara.
Keberadaan bibit siklon tersebut memicu peningkatan suplai uap air serta memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk DIY. Dampaknya, intensitas hujan dapat meningkat menjadi lebat hingga sangat lebat, disertai potensi petir dan hembusan angin kencang, khususnya di kawasan pesisir selatan Jogja.
BMKG juga mencatat adanya peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di perairan Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, serta wilayah Bali, NTB, dan NTT. Kondisi ini secara tidak langsung memperbesar peluang cuaca ekstrem di Jogja dan daerah sekitarnya.
Wilayah Jogja yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Hujan dengan intensitas tinggi diprakirakan terjadi tidak hanya di wilayah perkotaan Yogyakarta, tetapi juga di daerah penyangga. Wilayah Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul berpeluang mengalami hujan lebat yang disertai kilat dan petir.
Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama di daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung.
Gambaran Cuaca Nasional Hari Ini
Tak hanya Jogja, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Prakirawan BMKG, Alya Sausan, menyampaikan bahwa wilayah Banten dan Jakarta berpeluang diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan meluas ke Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.
Untuk kota-kota besar di Pulau Sumatera, Banda Aceh diprediksi cerah berawan, Tanjung Pinang berawan, sedangkan Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Pangkalpinang diprakirakan mengalami kondisi berawan tebal. Warga Bandarlampung juga diminta waspada karena hujan berpotensi disertai petir.
Prakiraan Cuaca Pulau Jawa dan Wilayah Lainnya
Di Pulau Jawa, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Adapun Serang dan Yogyakarta berpeluang mengalami hujan yang disertai petir.
Beralih ke Kalimantan, kondisi berawan diperkirakan terjadi di Pontianak dan Palangka Raya, sementara Samarinda dan Banjarmasin berpotensi berawan tebal. Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar dan Kupang diprakirakan mengalami hujan ringan, sedangkan Mataram berpotensi diguyur hujan sedang.
Di Pulau Sulawesi, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Manado, sementara Kendari dan Gorontalo berawan tebal. Hujan ringan berpeluang terjadi di Mamuju. Kota Makassar diprediksi mengalami kondisi udara kabur, sedangkan Palu berpotensi berasap atau berkabut.
Untuk wilayah Maluku, Ternate diprakirakan berawan tebal dan Ambon berpeluang diguyur hujan ringan. Sementara di Papua, cuaca berawan diprediksi terjadi di Jayapura, dengan Sorong berawan tebal. Hujan ringan berpotensi turun di Manokwari dan Jayawijaya, sedangkan Nabire dan Merauke diprakirakan mengalami hujan sedang.
Ancaman Gelombang Tinggi dan Imbauan BMKG
Selain hujan dan angin kencang, perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S juga berdampak pada kondisi laut. BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, Bali, NTB, hingga NTT. Oleh karena itu, nelayan dan operator transportasi laut diminta tidak memaksakan pelayaran di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem.
BMKG juga menyinggung keberadaan Bibit Siklon Tropis 92P yang terpantau di Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan. Namun berbeda dengan 91S, bibit 92P saat ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Dampak tidak langsungnya berupa potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Papua Selatan.
Hujan di Jogja Sampai Kapan?
Melihat dinamika atmosfer yang masih aktif dan potensi berkembangnya Bibit Siklon Tropis 91S, hujan di Jogja diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dengan intensitas yang fluktuatif. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem, terutama di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. (anp)












