News  

Pembangunan Jembatan Kewek Yogyakarta Butuh Waktu 9 Bulan dengan Anggaran Rp 19 Miliar, Pekerjaaan Fisik Dimulai Maret 2o26

Penampakan Jembatan Kewek. di Kota Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta mematangkan rencana pembangunan Jembatan Kewek sebagai proyek infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan waktu pelaksanaan sekitar sembilan bulan dengan nilai anggaran sekitar Rp 19 miliar.

Setelah melalui proses perencanaan panjang, proyek ini kini memasuki tahap krusial berupa pengujian tanah sebagai fondasi awal sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik mulai berjalan pada Maret 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan teknis rampung.

Progres DED dan Rencana Pengadaan Maret 2026

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menyampaikan bahwa asistensi Detail Engineering Design (DED) pembangunan Jembatan Kewek telah mencapai sekitar 80 persen.

Asistensi dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (P2JN) dan satuan kerja terkait.

Menurut Hasri, saat ini pemerintah masih menunggu kelengkapan dokumen lingkungan, termasuk Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), yang menjadi syarat sebelum proyek dapat dilanjutkan ke tahap pengadaan dan konstruksi.

“Progresnya sekitar 80 persen sambil menunggu dokumen lingkungan dan kajian andalalinnya,” ujar Hasri.

Hasri menjelaskan, P2JN telah merencanakan proses pengadaan proyek pada Maret 2026. Tahap ini akan menjadi penentu apakah pekerjaan fisik dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal.

“Sesuai rencana dari PJN, kemungkinan bulan Maret dilakukan pengadaan, lalu dilihat apakah fisiknya sudah bisa dilaksanakan,” katanya.

Pemerintah berharap proses administrasi dan teknis dapat berjalan lancar sehingga pelaksanaan konstruksi tidak mengalami penundaan.

Pengujian Tanah dan Fondasi

Pengujian tanah saat ini menjadi fokus utama untuk memastikan kedalaman lapisan tanah keras sebagai tumpuan fondasi jembatan. Hasri menyatakan bahwa kekuatan struktur jembatan sangat bergantung pada ketepatan penempatan fondasi di atas lapisan tanah yang stabil.

“Sekarang dilakukan pengujian tanah untuk mengetahui tanah kerasnya di kedalaman berapa, karena fondasi jembatan harus berada di atas tanah keras,” jelasnya.

Sebelumnya, pengujian tanah telah dilakukan di satu titik pada sisi barat sungai pada tahun lalu. Hasilnya menunjukkan indikasi tanah keras berada di kedalaman sekitar 20 meter.

Untuk memperkuat data teknis, pemerintah membandingkan hasil uji tanah tersebut dengan kondisi pada Jembatan Amarta dan Jembatan Kleringan yang berada di sekitar lokasi pembangunan Jembatan Kewek. Kedua jembatan tersebut memiliki karakteristik tanah yang dinilai relatif serupa.

“Kami lakukan pengujian tambahan sesuai permintaan P2JN untuk memastikan kedalaman tanah keras memang di sekitar 20 meter,” kata Hasri.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko teknis dan memastikan struktur jembatan dapat berdiri secara aman dalam jangka panjang.

Target Penyelesaian Akhir 2026

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik Jembatan Kewek diperkirakan memakan waktu sekitar sembilan bulan. Pemerintah menargetkan proyek ini dapat selesai pada Desember 2026.

“Kalau dari rencana kami awalnya sembilan bulan, jadi sampai dengan Desember,” ujar Hasri.

Selain aspek struktur, desain fasad jembatan juga masih dalam proses asistensi dengan Dewan Warisan Budaya. Pemerintah ingin memastikan tampilan Jembatan Kewek selaras dengan karakter budaya Kota Yogyakarta.

“Untuk fasad masih mereka asistensikan dengan Dewan Warisan Budaya. Mungkin ada perubahan, tapi tidak banyak. Perubahan krusial belum bisa kami sampaikan karena proses asistensi masih berjalan,” tutur Hasri.

Pernyataan Wali Kota

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa perencanaan proyek Jembatan Kewek telah disiapkan sejak lama dengan nilai anggaran sekitar Rp 19 miliar.

“DED sudah lama, nilainya sekitar Rp 19 miliar,” ujar Hasto.

Ia menyebut saat ini pemerintah masih melakukan pengukuran lahan serta sounding tanah untuk memastikan kekuatan struktur jembatan.

“Sekarang ini masih ukur-ukur tanah dan sounding untuk menentukan kekuatan yang berkualitas,” katanya.

Hasto juga menyampaikan harapan agar pekerjaan fisik dapat mulai dieksekusi pada Maret hingga April 2026, dengan pelaksanaan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Pekerjaan nanti langsung dilakukan oleh pusat,” ujar Hasto.

Pemerintah menargetkan seluruh tahapan persiapan teknis dan administrasi dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pembangunan Jembatan Kewek dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. (Eln)