News  

Dini Hari yang Mencekam, Pabrik Keripik Tempe Krispi di Banguntapan Bantul Dilalap Api

Kebakaran Pabrik Keripik Tempe Krispi di Banguntapan/Foto: Polres Bantul

bernasnews— Dini hari, kobaran api melahap Pabrik Keripik Tempe Kremes Pak Maryono di Dusun Bumenwetan, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan bangunan utama yang selama ini menjadi lokasi penggorengan keripik tempe. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

Kebakaran bermula ketika sebagian besar warga masih terlelap. Baryono (65), seorang pensiunan PNS yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, menjadi saksi pertama yang melihat api. Saat keluar rumah, ia mendapati kobaran api membubung tinggi dari area pabrik keripik tempe.

Tanpa berpikir panjang, Baryono segera memukul tiang internet dengan keras untuk membangunkan warga sekitar dan meminta pertolongan.

Aksi spontan itu berhasil menarik perhatian Heryanti (38), warga setempat yang kemudian bergerak cepat memberitahukan kejadian tersebut kepada pemilik pabrik serta pihak terkait.

Pemilik usaha, Sri Maryana (57), mengaku terkejut saat menerima kabar kebakaran. Ia memastikan bahwa seluruh aktivitas produksi telah selesai sejak Jumat sore, 16 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, dan seluruh tungku api telah dimatikan sebelum karyawan pulang.

Namun, kenyataan berkata lain. Api sudah terlanjur membesar ketika warga menyadari kejadian tersebut. Warga sekitar hanya bisa membantu sebisanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Petugas kepolisian dari Polsek Banguntapan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Piket fungsi segera mengamankan lokasi, mencatat kronologi, serta mengumpulkan keterangan para saksi.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa aparat kepolisian melakukan langkah-langkah cepat dan terukur untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Tiga unit pemadam kebakaran dari Pos Banguntapan, Pos Piyungan, dan Pos Kasihan berjibaku memadamkan api yang terus melahap bangunan pabrik. Setelah hampir satu setengah jam melakukan penyemprotan intensif, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 02.30 WIB.

“Kebakaran itu mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan penggorengan keripik tempe. Berdasarkan keterangan korban, kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta,” kata dia.

Meski mengalami kerugian, Sri Maryana memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Ia menyatakan tidak akan membuat laporan kepolisian terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Peristiwa kebakaran pabrik keripik tempe di Banguntapan ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha rumahan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait instalasi listrik dan sumber panas di area produksi. (ef linangkung)