bernasnews — Event invitasi “Girimanah Anniversary #2: Fun Run dan Fun Walk” telah berjalan dengan lancar dan sukses, pada Minggu, 4 Januari 2026. Peserta yang diundang dari komunitas lari dalam event tersebut antara lain Musang, BPD Runner, Trackline, Playon Jogja, Freeletic, JFB Runner, BRI Runner, Laler, Babarun dan ISEI Runner.
Di balik kesuksesan event yang diikuiti oleh 225 peserta, Adalah dua sosok Perempuan hebat yakni Dian Ari Ani dan Yunita Ernawati. Keduanya adalah pemilik (owner) “Girimanah Resto” yang berlokasi di Kawasan Nanggulan, Kulon Progo, DIY.
Yunita Ernawati adalah mantan atlit badminton nasional satu angkatan dengan Taufik Hidayat dan Vita Marisa. Dimasa kejayaannya Yunita bermain di ganda putri dan pasangannya sempat berganti. Pengalaman bertanding sempat mengikuti turnamen di beberapa negara Eropa dan Asia. Di samping menggeluti Resto, bidang bisnis lain yang digeluti adalah advertising.
Banyak mantan atlet badminton Indonesia yang sukses jadi pengusaha, misalnya Susi Susanti dan Alan Budikusuma dengan bisnis alat olahraga Astec. Taufik Hidayat yang jadi komisaris di perusahaan energi (PLN EPI), Liliyana Natsir dengan bisnis refleksi, Fran Kurniawan di bidang kuliner, dan Carmelita yang mendirikan firma hukum dan kafe.
Mereka menunjukkan diversifikasi karier dari dunia olahraga ke berbagai bidang bisnis lainnya setelah pensiun atau purna tugas sebagai atlet nasional.
Yunita Ernawati dalam kesempatan bincang-bincang mengemukakan, bahwa ada beberapa persamaan antara dunia olahraga, termasuk badminton, dengan dunia bisnis. Menurut Yunita, persamaan olahraga dan bisnis terletak pada kebutuhan akan strategi, kerja tim, konsistensi, manajemen sumber daya, menghadapi persaingan, dan fokus pada hasil (kemenangan atau profit).
“Keduanya melibatkan kompetisi, membangun teamwork (karyawan/pemain), menghadapi ‘adversity‘ (tantangan/kekalahan), membutuhkan disiplin tinggi, dan bertujuan untuk mencapai puncak performa dengan memahami pasar dan penggemar/pelanggan, menggunakan sponsor/investor, serta menjalankan operasional seperti pemasaran.
“Hubungan bisnis dan masyarakat sekitar bersifat simbiosis mutualisme”, jelas Yunita yang sampai saat ini masih sering berolahraga lari.
Dikatakan Yunita, dunia bisnis memerlukan dukungan sosial sebagai pasar dan sumber daya, sementara masyarakat bergantung pada bisnis untuk lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan, dan lainnya. Perusahaan harus menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menciptakan keseimbangan antara keuntungan dan kesejahteraan sosial-lingkungan.
“Dalam menjalankan bisnis, saya tidak melupakan masyarakat sekitar untuk terlibat langsung maupun tidak langsung dalam usaha yang saya Kelola,” ujar Yunita, yang sesekali masih main badminton.
Dalam kesempatan HUT ke-2 “Girimanah Resto”, Yunita Ernawati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan. “ Masukan dan kritik kami harapkan dari pelangggan dan pemangku kepentingan, agar pelayanan kami baik dari menu dan lainnya menjadi semakin baik,” harap Yunita.
Untuk diketahui, “Girimanah Resto” adalah resto yang menyajikan masakan Nusantara dan internasional yang berlokasi di Kawasan Nanggulan, Kulon Progo. Lokasi tersebut berjarak sekitar 25 km dari Kota Yogyakarta.
Di samping terdapat pemandangan Perbukitan Menoreh dan persawahan yang elok dan indah, kawasan tersebut juga mendukung untuk olahraga seperti sepeda atau gowes, lari, dan jalan kaki. (ted/ Y. Sri Susilo, Sekretaris ISEI Yogyakarta)












