bernasnews — Bajaj Maxride terus menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis transportasi berbasis ekonomi sosial dengan mengedepankan kolaborasi terbuka antara mitra pengemudi dan manajemen perusahaan.
Pendekatan ini diterapkan secara konsisten dalam seluruh kegiatan operasional Bajaj Maxride di Kota Yogyakarta, dengan tujuan utama memaksimalkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem transportasi dan pariwisata lokal.
Dalam implementasinya, Bajaj Maxride menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama operasional, guna memastikan para mitra pengemudi memperoleh peluang pendapatan yang optimal serta ruang partisipasi aktif dalam pengembangan layanan.
“Salah satu figur sentral dalam model kolaborasi ini adalah Sapto, yang dikenal sebagai penggerak utama sekaligus penghubung antarberbagai komunitas pengemudi Bajaj Maxride di Yogyakarta,” kata Fareza Harum Putri, Digital Marketing Max Auto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1/2025).
Menurut Ica sapaa akrab Fareza Harum Putri, sosok Sapto merupakan pembina komunitas pengemudi BAJURI (Bajaj Jogja Untuk Rakyat Indonesia), sebuah wadah yang berperan penting dalam memperkuat solidaritas antar pengemudi, meningkatkan kualitas layanan, serta menjadi simbol perjuangan transportasi rakyat yang berdaya saing dan bermartabat.
Melalui BAJURI, para pengemudi tidak hanya menjalankan peran sebagai operator kendaraan, tetapi juga menjadi duta pariwisata yang memperkenalkan keramahan, nilai budaya, dan kearifan lokal Yogyakarta kepada wisatawan.
Sapto juga berhasil membangun sinergi lintas komunitas pengemudi Bajaj Maxride yang beroperasi sesuai wilayah dan segmentasi layanan masing-masing. Beberapa di antaranya adalah Bajaj Njero Benteng (BNB) yang fokus melayani kawasan dalam benteng dan area heritagenJeron Beteng Kraton Yogyakarta.
Selanjutnya, Bajaj Berkah Jogja (BBJ), serta Bajaj Team Sleman (BATMAN) yang melayani wilayah utara Yogyakarta. Untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar mitra, serta untuk menyatukan visi dan mempelancar komunikasi lintas komunitas, para driver Bajaj membentuk Alliance of Driver Juragan (ADJ), sebagai forum koalisi pengemudi
Selain penguatan internal komunitas, berbagai inisiatif kolaboratif produktif juga terus dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan mitra pengemudi sekaligus memperkuat ekosistem wisata lokal. Inisiatif ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan sejumlah brand dan pelaku usaha lokal maupun UMKM.
“Kolaborasi juga terjalin dengan berbagai hotel ternama di Yogyakarta, antara lain Hotel Tentrem guna mendukung mobilitas tamu hotel melalui layanan transportasi wisata yang unik, nyaman, dan berkarakter lokal,” beber Ica.
Sementara itu, Antonio Gratiano selaku General Manager Bajaj Maxride mengemukakan, bahwa pendekatan kolaboratif tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengedepankan asas ekonomi sosial yang saling mendukung. Menurutnya, seluruh elemen—mulai dari juragan, mitra pengemudi, hingga manajemen—didorong untuk saling bahu-membahu dalam menciptakan ekosistem yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
“Melalui model ini, Bajaj Maxride berupaya untuk selalu dekat dengan seluruh pemangku kepentingan serta menghadirkan manfaat sosial nyata di setiap kota tempat Bajaj Maxride beroperasi,” tandas Antonio Gratiano. (*/ ted)












