bernasnews — Gelaran Malam Reuni Emas (ReMas) Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) – Akademi Manajemen Perusahaan (AMP) Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (YKPN) Yogyakarta telah berlangsung sukses dan meriah bertempat di Ballroom The Alana Hotel, Jalan Palagan Tentara Pelajar KM.7, Kabupaten Sleman, DIY, Sabtu 3 Januari 2026 lalu.
Di tempat yang sama di hotel yang penuh kenangan itu, sejumlah panitia ReMas menyelenggarakan acara pembubaran panitia. Acara ini dipandu oleh Susmiatun dan Lusi, pada Sabtu (10/1/2026). Acara diawali dengan masing-masing sesi melaporkan secara detail dari kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.
Otto Saksono selaku Ketua Panitia ReMas sangat memahami hal- hal yang terkait dengan kekurangan dari penyelenggaraan dan berharap bisa menjadi catatan untuk penyelenggaraan yang akan datang supaya lebih baik.
Menurutnya, yang utama penyelenggaraan ReMas telah berjalan dengan baik dan selamat sesuai yang diharapkan, dengan jumlah kehadiran peserta yang cukup menggembirakan tercatat sekitar 235 orang alumni.
Ia pun memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh panitia dalam gelaran ReMas, atas pengorbanan berupa waktu, tenaga, pikiran serta kerja kerasnya, kerja cerdasnya dalam membingkai kerja bersamanya dan bekerja bersama- sama dari semua seksi secara kompak.
“Sehingga gelaran malam ReMas dan berbagai acara pendukung lainnya dapat berjalan baik dan sukses. Kalaupun ada kekurangan di sana-sini hal itu wajar, yang utama segala persoalan dapat diatasi dan dapat terselesaikan dengan bijak dan baik,” ungkap Otto Saksono dengan penuh bangga.
Lanjut Otto Saksono menambahkan, bahkan dari gelaran ReMas tersebut masih bisa membantu dana untuk korban banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatra, membantu untuk kas Keluarga Alumni STIM AMP (KASTIMA) YKPN.
“Maka mulai hari ini seluruh tim kepanitiaan ReMas telah berakhir dan dengan mengucapkan syukur serta alhamdulilah saya nyatakan panitia telah dibubarkan. Mohon maaf atas segala kekurangannya,” pungkasnya.
Acara pembubaran panitia ReMas ditutup dengan makan bersama jenang sumsum yang mempunyai makna filosofi Jawa mengembalikan “sumsum” atau energi selama pelaksanaan reuni. Kemudian foto bareng dan pemberian cinderamata oleh Otto Saksono. (zbd)












