News  

Hari Pertama Sekolah 2026 di Yogyakarta Berpotensi Diguyur Hujan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Prakiraan cuaca DIY Senin, 5 Januari 2025. (BMKG)

bernasnews – Hari pertama masuk sekolah tahun 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi berlangsung di bawah kondisi cuaca kurang bersahabat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan disertai petir dan angin kencang pada Senin, 5 Januari 2026.

Ribuan pelajar kembali beraktivitas setelah libur pergantian tahun. Peringatan cuaca tersebut berlaku di sejumlah wilayah Yogyakarta dan bertepatan dengan waktu dimulainya kegiatan belajar di sekolah.

Prakiraan Cuaca Pagi hingga Dini Hari

BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca pada pagi hari diprakirakan relatif kondusif. Langit Yogyakarta diperkirakan cerah hingga berawan sehingga aktivitas masyarakat, termasuk keberangkatan siswa ke sekolah, dapat berjalan tanpa gangguan berarti.

Perubahan cuaca diperkirakan terjadi mulai siang hingga sore hari. BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di wilayah Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara. Hujan pada periode tersebut berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Kondisi hujan diperkirakan masih berlanjut hingga malam hari, terutama di Sleman bagian barat serta wilayah Kulon Progo bagian utara hingga tengah. Pada dini hari, cuaca diperkirakan kembali berawan, meskipun potensi perubahan cuaca mendadak tetap perlu diantisipasi.

Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG berlaku selama 24 jam, terhitung sejak pukul 07.00 WIB.

Potensi Angin Kencang dan Kondisi Suhu Udara

BMKG mengingatkan bahwa hujan yang terjadi berpotensi disertai angin kencang. Angin diprakirakan bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 25 kilometer per jam.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak seperti gangguan lalu lintas, pohon tumbang, serta risiko keselamatan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang rawan cuaca ekstrem.

Suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan berada pada rentang 22 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yaitu antara 65 hingga 97 persen, yang mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.

Gelombang Laut Capai 2,5 Meter

Selain cuaca daratan, BMKG juga menyampaikan prakiraan kondisi perairan. Tinggi gelombang laut di perairan Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter dan masuk dalam kategori sedang.

BMKG mengimbau nelayan, pelaku wisata bahari, serta pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan. Gelombang dengan ketinggian tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal kecil dan perahu nelayan tradisional.

Imbauan bagi Orang Tua dan Sekolah

BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru. Orang tua diimbau membekali anak-anak dengan perlengkapan pelindung hujan serta mengingatkan agar menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat tiang listrik saat hujan disertai petir.

Pihak sekolah juga diharapkan melakukan langkah antisipasi, khususnya saat jam pulang sekolah. Koordinasi dengan pihak terkait diperlukan guna memastikan keselamatan siswa pada hari pertama masuk sekolah tahun 2026.

BMKG menegaskan pentingnya memperhatikan peringatan dini yang telah disampaikan agar aktivitas pendidikan dan kegiatan masyarakat di Yogyakarta dapat tetap berlangsung dengan aman. (Eln)