News  

Permudah Pasien dalam Pengobatan, RS PKU Muhammadiyah Gamping Kerja sama Layanan Onkologi Radiasi dengan BPJS Kesehatan

Penyerahan cinderamata dari BPH RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp.A., MPH (Kiri) kepada Dirut BPJS Kesehatan RI Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan dianggap sebagai penyakit tidak menular katastropik karena selain mengancam nyawa, juga membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta proses perawatan yang lama. Di Indonesia kanker mendapatkan ranking ke-3 sebagai penyebab kematian.

Dari segi pembiayaan, beban kanker terhadap pembiayaan sistem kesehatan di Indonesia terus meningkat dari posisi kesembilan pada tahun 1990 menjadi posisi kedua pada tahun 2019. Selain berdampak terhadap beban pembiayaan pada sistem kesehatan, kanker juga memiliki dampak finansial pada pasien dan penyintas kanker.

RS PKU Muhammadiyah Gamping sebagai salah satu rumah sakit milik persyarikatan Muhammadiyah berupaya memberikan pelayanan terbaik dan mengembangkan layanan serta  menjawab kebutuhan masyarakat dengan mendirikan Gedung Comprehensive Cancer Center (CCC), diresmikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, pada tanggal 18 November 2024.

Demikian dikemukakan oleh Perwakilan dari BPH RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp.A., MPH, dalam Acara Launching Kerja sama Layanan Onkologi Radiasi dengan BPJS Kesehatan, bertempat di Gedung Walidah, Kompleks RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jalan Wates, Gamping, Kabupaten Sleman, DIY, Jumat (2/1/2026).

Menurut dr. Mochammad Syafak Hanung, dibandingkan dengan sebuah rumah sakit ”terkenal” di negara tetangga dekat, bahwa RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam hal pelayanan dan fasilitas peralatan moderen bisa dikatakan tidak kalah bahkan unit-unit tertentu sama. Radioterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam penanganan kanker, sehingga ketersediaan layanan ini sangat strategis untuk mendukung upaya tatalaksana pasien dan penyintas kanker.

”Alat yang dimiliki RS PKU Muhammadiyah Gamping adalah Linac tipe terkini Halcyon tipe D yang menggunakan sinar X dosis tinggi dan presisi dengan kecepatan 4x lipat Linac Konvensional. Alat ini digunakan untuk mematikan sel kanker pada area yang spesifik dan presisi, sehingga efek pengobatan akan lebih maksimal dan efek samping sangat minimal,” bebernya.

”Juga tidak kalah canggihnya alat CT Simulator yang digunakan untuk memetakan tumor menggunakan Canon 4D CT Simulator sehingga dapat menghasilkan gambar yang bergerak, dimana teknik ini sangat berguna untuk menatalaksana tumor ganas yang bergerak pada kanker paru, hati dan prostat,” tambah dr. Mochammad Syafak Hanung.

Saat ini, kebutuhan akan fasilitas radioterapi yang memadai terus meningkat seiring dengan tingginya jumlah pasien yang membutuhkan layanan ini. Namun, di banyak wilayah, akses terhadap layanan radioterapi masih terbatas. Hal ini menyebabkan banyak pasien harus menunggu dalam antrean panjang, bahkan harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi yang mereka butuhkan.

”Oleh karena itu, RS PKU Muhammadiyah Gamping mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan, yang beberapa bulan lalu telah memberikan kemudahan dalam pembiayaan pengobatan bagi pasien umum. Dan hari ini kembali memberikan kemudahan pembiayaan bagi pasien dengan layanan Onkologi Radiasi,” tandas dr. Mochammad Syafak Hanung.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan RI Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas fasiltas dan layanan yang dimiliki oleh RS PKU Muhammadiyah Gamping. Juga terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.

”Orang bijak mengatakan, kesehatan bukan segala-galanya tapi tanpa kesehatan segala-galanya tidak akan ada artinya. Banyak orang mampu untuk beli rokok yang mengganggu kesehatan, sementara untuk mengikuti program BPJS Kesehatan yang lebih bermanfaat dan jauh lebih murah merasa tidak mampu,” ujar Prof. Ali Ghufron.

BPJS Kesehatan kini semuanya dibikin serba mudah, cepat, dan setara. ”Mudah pakai KTP pun bisa untuk pemegang BPJS, di rumah sakit negara tetangga yang disebutkan tadi juga rumah sakit swasta di sana tidak bisa. BPJS ternyata lebih canggih,” ungkapnya.

Usai kegiatan Acara Launching Kerja sama Layanan Onkologi Radiasi dengan BPJS Kesehatan, peserta kegiatan foto bersama. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Menurut Prof. Ali Ghufron, meskipun demikian yang kurang bagi kita itu hanya komunikasi atau fungsi kehumasannya. Seperti contoh, BPJS Kesehatan telah melakukan sepuluh langkah tapi yang tersampaikan dan diketahui masyarakat itu baru empat langkah. ”Padahal di Indonesia itu tidak ada institusi publik yang pernah masuk nominasi Nobel kecuali BPJS,”katanya.

RS PKU Muhammadiyah Gamping meskipun lebih bagus daripada rumah sakit negara tetangga tapi kalau tidak pandai dalam kehumasan atau bagaimana mempengaruhi orang maka tiak akan diketahui oleh masyarakat. ”Seperti halnya BPJS ini, orang tidak tahu jika pernah masuk nominasi Nobel. Masyarakat pun tahunya jika BPJS itu untuk orang miskin,” jelas Prof. Ali Ghufron.

Sehingga berbagai fasilitas dan layanan rumah sakit ini juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat. ”Pasalnya masyarakat itu tidak tahu dan nggak mau tahu, masyarakat kita terkadang memandang kesehatan itu tidan penting tapai kalau tiba-tiba sudah sakit baru menyesal dan binggung,” tegasnya Prof. Ali Ghufron.

Dalam paparannya, Prof. Ali Ghufron juga memberikan contoh video klip karya dari sebuah rumah sakit di Jawa Barat, yang menjelaskan penting menjaga kesehatan dan olah raga. Juga pentingnya mengikuti program BPJS Kesehatan. Pada kesempatan wawancara dengan sejumlah wartawan, ia juga mengimbau agar fasiltas kerja sama dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

”Obat-obatan yang diberikan oleh rumah sakit bagi pasien BPJS Kesehatan dengan pasien biasa atau non BPJS sama kualitasnya. Jadi pemahaman masyarakat terkait obat yang berbeda itu keliru,” pungkasnya.

Acara Launching Kerja sama Layanan Onkologi Radiasi dengan BPJS Kesehatan ini juga dihadiri oleh Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. H. Ahmad Faesol, Sp. Rad., M. Kes., MMR beserta Jajaran Manajemen. Pimpinan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Yogyakarta dan Pimpinan Kantor Cabang Kabupaten Sleman, serta tamu undangan. (ted)