bernasnews – Pembina Museum Bahari Yogyakarta Laksamana Madya (Purn) Yosaphat Didik Heru Purnomo mengajak masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk kembali ke masyarakat maritim sebagai ciri khas Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI).
“Itu adalah visi dari Museum Bahari Yogyakarta. Tujuan didirikannya museum ini adalah membuka wawasan dan pengetahuan tentang kelautan dalam arti seluas-luasnya bagi bangsa Indonesia khususnya bagi generasi muda. Dengan mengenal kemaritiman secara lebih dekat, diharapkan generasi muda sebagai harapan bangsa lebih mencintai laut dan memperdayakan sumber daya kelautan,” kata Didik (71) yang juga mengola Hotel Dermaga Keluarga ketika menerima bernasnews di Museum Bahari, Jalan R.E. Martadinata No 69 Wirobrajan, Yogyakarta, Jumat (26/12/2025).
Untuk menjalankan visi itu, Museum Bahari melaksanakan misi menyelennggarakan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan kemaritiminan. Kemudian juga mengenalkan kehidupan maritime Indonesia berupa pelatihan-pelatihan mental maupun keterampilan untuk menjadi bagian dari sumber daya manusia maritime.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang berhasil menguasai lautan. Jalesveva Jayamahe, justru di laut kita jaya,” tegas mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI) dan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut ini.
LAUT PEMERSATU BANGSA
Didik Heru Purnomo mengatakan, NKRI adalah Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.499 pulau besar dan kecil. Membentang dari Sabang sampai Merauke sepanjang 3.120 mil (5.790 km). Dua pertiga wilayah Indonesia atau 5,8 juta km persegi merupakan wilayah perairan.
“Konfigurasi dan konstelasi pulau-pulau yang luas itu menunjukkan bahwa Negara Indonesia adalah negara maritim. Bagi Bangsa Indonesia, laut bukan merupakan pemisah daratan, tetapi justru menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, budaya dan adat istiadat. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan pernah mengalami masa kejayaan pada zaman Sriwijaya dan Majapahit,” kata dia.
Menurut lelaki yang suka tenis dan golf ini, sejarah kemaritiman Indonesia yang dimulai sejak Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit itu menguasai jalur perdagangan maritim dan menjadikan Nusantara sebagai pusat perdagangan dunia.
Di era modern ini, teknologi juga memainkan petan penting dalam pengelolaan kemaritiman, Dalam konteks global yang semakin kompetitif, pemanfaatan sumber daya laut menjadi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Museum Bahari Yogyakarta yang buka untuk umum pada hari Selasa –Minggu pukul 09.00 – 16.00 WIB ini memiliki koleksi antara lain senjata meriam, bom laut, torpedo, ranjau laut, radar, sonar, kompas magnet, GPS, liferaft, teropong, sextant, kemudi kapal, miniatur berbagai jenis kapal perang, kelengkapan TNI, radio telekomunikasi dan lain-lain.
Selain itu, museum ini juga dilengkapi dengan peralatan audio visual untuk pemutaran film yang berkaitan dengan kemaritiman. (mar)












