News  

H-3 Tahun Baru 2026, 32.853 Penumpang Padati Kedatangan Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta

Dinamika penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta. (Foto : Humas Daop 6 Yogyakarta).

bernasnews – Arus kedatangan penumpang kereta api ke wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus meningkat menjelang pergantian tahun.

Memasuki H-3 Tahun Baru 2026 atau hari ke-12 pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mencatat lonjakan mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api.

Pada Minggu, 29 Desember 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta melayani total 60.395 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 31.742 penumpang berangkat dan 32.853 penumpang tiba atau turun di berbagai stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Data tersebut menunjukkan arus kedatangan masih lebih tinggi dibandingkan arus keberangkatan, seiring meningkatnya minat masyarakat menghabiskan libur akhir tahun di Yogyakarta dan sekitarnya.

Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan Terpadat

Stasiun Yogyakarta tercatat sebagai stasiun dengan volume penumpang tertinggi. Pada hari tersebut, stasiun ini melayani 13.905 pelanggan berangkat dan menerima 12.476 pelanggan tiba.

Aktivitas penumpang terlihat padat sejak pagi hari, dengan arus keluar-masuk penumpang yang membawa perlengkapan perjalanan libur akhir tahun.

Sementara itu, Stasiun Lempuyangan memberangkatkan 6.359 pelanggan dan menerima 6.437 pelanggan. Arus kedatangan juga mendominasi di stasiun ini, sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang dari berbagai kota besar.

Di Stasiun Solobalapan, KAI Daop 6 melayani 6.085 pelanggan berangkat dan 5.153 pelanggan tiba. Pergerakan penumpang di stasiun tersebut turut mendukung konektivitas wilayah Solo dan Yogyakarta selama masa libur panjang.

Stasiun Penyangga Alami Peningkatan Penumpang

Selain stasiun utama, KAI Daop 6 Yogyakarta juga mencatat pergerakan penumpang di sejumlah stasiun penyangga. Stasiun Klaten melayani 1.529 pelanggan berangkat dan 1.170 pelanggan tiba.

Stasiun Wates mencatat 660 pelanggan berangkat dan 539 pelanggan tiba. Sementara itu, pergerakan penumpang lainnya tersebar di stasiun-stasiun lain di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

KAI menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis, mengingat penjualan tiket masih berlangsung hingga keberangkatan kereta api terakhir pada malam hari.

Puluhan Ribu Tiket Masih Tersedia

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa ketersediaan tempat duduk selama masa Angkutan Nataru masih cukup besar.

“Sisa tempat duduk pada Angkutan Nataru dari wilayah Daop 6 Yogyakarta masih tersedia sebanyak 36.179 tiket, termasuk untuk tujuan favorit seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang,” ujar Feni.

Ia mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi resmi Access by KAI atau kanal penjualan resmi yang telah bekerja sama dengan KAI. Pelanggan juga didorong memanfaatkan fitur Connecting Train apabila tiket dengan relasi langsung telah habis.

Kumulatif Penumpang Tembus 748 Ribu

Selama 12 hari pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026, terhitung sejak 18 hingga 29 Desember 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta telah melayani 748.523 penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas 368.760 penumpang berangkat dan 379.763 penumpang tiba di seluruh wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada Angkutan Nataru tahun sebelumnya. Pada Nataru sebelumnya, KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 690.749 penumpang, dengan rincian 337.688 penumpang berangkat dan 353.061 penumpang tiba.

Tujuan Favorit dan Okupansi Tertinggi

KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sejumlah stasiun tujuan favorit pelanggan selama masa Angkutan Nataru, antara lain Stasiun Pasarsenen, Gambir, Surabaya Gubeng, Bandung, dan Malang.

Sementara itu, lima kereta api dengan tingkat okupansi tertinggi selama periode tersebut adalah KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Progo, dan KA Fajar Utama YK. Tingginya tingkat keterisian menunjukkan minat masyarakat yang besar terhadap kereta api sebagai moda transportasi selama libur akhir tahun.

KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal

Menutup keterangannya, KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan menuju stasiun dengan lebih baik. Masa liburan yang telah berlangsung berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan pengaturan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan.

KAI meminta pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun agar tidak tertinggal kereta api, sehingga perjalanan libur Tahun Baru dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. (Eln)