bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta menyampaikan peringatan dini terkait potensi hujan sedang yang dapat terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025.
BMKG menetapkan prakiraan cuaca ini berlaku selama 24 jam, terhitung mulai pukul 07.00 WIB, dan mencakup hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer di wilayah DIY menunjukkan kondisi yang cukup aktif. Pergerakan massa udara basah dari arah barat daya hingga barat laut mendorong pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.
Kondisi ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah rawan.
Pagi Cerah, Waspada Perubahan Cuaca Cepat
BMKG memprakirakan kondisi cuaca cerah berawan pada pagi hari. Masyarakat masih dapat melakukan aktivitas luar ruangan dengan relatif aman. Namun, perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat seiring meningkatnya pemanasan permukaan.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan berpeluang terjadi di Sleman bagian utara serta Kulon Progo bagian utara.
Wilayah ini berpotensi mengalami pertumbuhan awan konvektif akibat faktor topografi dan aliran angin yang cukup kuat.
Malam Hari Jadi Puncak Kewaspadaan
BMKG menegaskan bahwa malam hari menjadi periode paling krusial. Lembaga ini memprakirakan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat mengguyur Kulon Progo bagian selatan dan tengah, Bantul bagian selatan dan tengah, serta Gunungkidul bagian selatan.
Wilayah-wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap genangan air dan gangguan aktivitas masyarakat.
Intensitas hujan yang meningkat pada malam hari berpotensi memperburuk kondisi jalan, memperlambat mobilitas warga, dan memicu limpasan air di daerah dataran rendah.
Sementara itu, BMKG memprakirakan kondisi cuaca berawan pada dini hari, meskipun awan sisa hujan masih dapat bertahan di beberapa lokasi.
Suhu, Kelembapan, dan Angin Cukup Signifikan
Suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara yang relatif tinggi, yakni 65 hingga 95 persen, mendukung proses pembentukan awan hujan secara intensif.
Selain itu, angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam. Kecepatan angin ini berpotensi memperkuat distribusi awan hujan ke wilayah pesisir dan perbukitan.
Gelombang Laut Sedang, Nelayan Diminta Hati-Hati
Tidak hanya di daratan, BMKG juga menyoroti kondisi laut di wilayah DIY. Prakiraan tinggi gelombang laut di Perairan DIY mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori sedang.
BMKG mengimbau nelayan, pelaku wisata bahari, serta pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Gelombang dengan ketinggian tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama pada malam hingga dini hari.
Peringatan Dini Resmi dari BMKG
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengeluarkan peringatan dini dan meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang yang dapat terjadi di Kulon Progo bagian selatan–tengah, Bantul bagian selatan–tengah, serta Gunungkidul bagian selatan.
Masyarakat diajak terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem pada musim penghujan. (Eln)












